Jakarta (ANTARA) - PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), perusahaan Business Process Outsourcing (BPO) bagian dari Garuda Indonesia Group memfasilitasi keberangkatan 12 tenaga profesional aviasi Indonesia yang akan terlibat sebagai Cabin Technician di Arab Saudi.
Ke 12 tenaga profesional tersebut akan terlibat dalam proyek pemeliharaan pesawat yang dijalankan Regent Aerospace Corporation pada fasilitas MRO di negara tersebut.
Direktur Utama GDPS Cornelis Radjawane dalam keterangannya di Jakarta, Rabu mengatakan, keterlibatan tenaga profesional Indonesia dalam proyek ini menjadi salah satu tonggak penting bagi perusahaan dalam memperluas eksistensi global.
"Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa sumber daya manusia Indonesia memiliki kompetensi dan keahlian yang mampu memenuhi standar industri aviasi internasional," katanya.
Baca juga: GDPS lakukan transformasi bisnis dan inovasi digital di industri BPO
Partisipasi tenaga profesional dalam proyek internasional, tambahnya, merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan layanan manpower dengan spesialisasi tinggi.
“Pengiriman tenaga profesional dalam proyek MRO di Arab Saudi ini menunjukkan bahwa SDM Indonesia memiliki kualitas, kompetensi, dan integritas yang mampu bersaing di industri aviasi global," katanya.
Bagi perusahaan, menurut Cornelis menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi sebagai penyedia tenaga profesional dengan keahlian spesifik.
Ia menambahkan bahwa pengembangan pasar internasional dilakukan secara terukur melalui kolaborasi proyek dan kerja sama lintas negara, sejalan dengan transformasi GDPS sebagai penyedia layanan BPO berbasis teknologi yang adaptif terhadap dinamika industri global.
Baca juga: Prabowo, petinggi Embraer diskusi bahas teknologi industri penerbangan
Sebagai bagian dari pengembangan kerja sama internasional yang berkelanjutan, dalam waktu dekat GDPS juga tengah mempersiapkan keterlibatan tenaga profesional Indonesia lainnya dalam proyek industri aviasi di beberapa negara seperti Korea Selatan, India, dan Singapura.
Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas peluang kolaborasi internasional melalui penyediaan tenaga profesional dengan kompetensi tinggi di berbagai sektor industri.
Langkah tersebut, ujar Cornelis diharapkan tidak hanya memperkuat posisi perusahaan di pasar global, tetapi juga turut membuka ruang bagi talenta Indonesia untuk berkontribusi dalam proyek-proyek strategis di tingkat internasional.
Baca juga: GMF-Angkasa Pura perkuat fondasi permodalan dan ekosistem aviasi
Pewarta: Subagyo
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































