Ganda campuran non-unggulan Taiwan ukir sejarah juarai All England

5 days ago 4

Jakarta (ANTARA) - Ganda campuran Taiwan, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan, menorehkan sejarah dengan menjuarai All England Open 2026 meski datang tanpa status unggulan.

Dalam final di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Minggu, pasangan peringkat ke-15 dunia itu menundukkan unggulan kelima wakil Prancis Thom Gicquel/Delphine Delrue dua gim langsung 21-19, 21-18.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi gelar pertama Ye/Chan di turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu, sekaligus membalas kekalahan mereka dari pasangan Prancis dalam dua pertemuan sebelumnya, termasuk di Kumamoto Masters Japan 2025.

Baca juga: Raymond/Nikolaus banyak belajar dari ganda nomor satu dunia

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal gim pertama. Kedua pasangan saling kejar angka hingga kedudukan imbang 18-18. Gicquel/Delrue sempat berusaha mengambil alih momentum, tetapi respons cepat Chan di depan net membuat kedudukan kembali seimbang.

Tekanan konsisten dari pasangan Taiwan akhirnya menghasilkan game point lebih dulu sebelum mereka menutup gim pembuka dengan kemenangan tipis 21-19.

Memasuki gim kedua, duel tetap berlangsung sengit. Gicquel/Delrue sempat unggul lebih dahulu 3-1 lewat penempatan bola yang menyasar ruang kosong lawan. Namun Ye/Chan cepat merespons dengan permainan agresif hingga mampu menyamakan skor 3-3.

Pasangan Taiwan kemudian mulai menemukan ritme permainan. Kombinasi smes keras Ye dan permainan net cepat Chan membuat mereka berbalik memimpin 5-3.

Baca juga: Isyana/Rinjani tak tampil di Swiss Open dan Orleans Open karena cedera

Meski Gicquel/Delrue sempat menyamakan skor 6-6, Ye/Chan kembali mengambil kendali pertandingan dan menutup interval gim kedua dengan keunggulan 11-9.

Selepas jeda, pasangan Taiwan menjaga konsistensi permainan dan memperlebar jarak menjadi 14-11. Wakil Prancis beberapa kali mencoba mengejar dan sempat memangkas selisih angka menjadi 16-17.

Namun ketenangan Ye/Chan dalam mengatur serangan membuat mereka tetap berada di jalur kemenangan. Tekanan bertubi-tubi dari pasangan Taiwan menghasilkan match point pada kedudukan 20-18 setelah pukulan Gicquel melebar.

Ye/Chan akhirnya memastikan gelar juara setelah kembali meminimalkan kesalahan pada poin-poin akhir untuk mengunci kemenangan 21-18 pada gim kedua.

Baca juga: PBSI tak kirim atlet ke serangkaian seri BWF di Kuba dan Brasil

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |