FP UGM tekankan aspek kesejahteraan hewan dalam pelaksanaan kurban

3 hours ago 1
Penggunaan sarung tangan plastik juga dianjurkan guna mencegah kontaminasi mikroba pada daging kurban

Yogyakarta (ANTARA) - Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (FP UGM) Yogyakarta menekankan pentingnya aspek kesejahteraan hewan dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha.

"Aspek kesejahteraan hewan perlu menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kurban, karena itu pentingnya melaksanakan prinsip animal welfare atau 5 freedom," kata Dosen Fapet UGM Cuk Tri Noviandi dalam keterangan di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, prinsip animal welfare tersebut adalah dengan memastikan hewan yang hendak disembelih bebas dari rasa lapar, haus, sakit, ketakutan, serta tetap dapat menampilkan perilaku alaminya.

"Perlakuan yang baik terhadap hewan kurban diyakini akan membuat proses penyembelihan lebih aman dan berkualitas," katanya.

Baca juga: PT KCN Salurkan 33 Hewan Kurban untuk Masyarakat dan Pemangku Kepentingan di Cilincing dan Marunda

Dia mengatakan, dalam praktiknya panitia agar selalu menjaga suasana tetap tenang saat proses penyembelihan berlangsung. Kerumunan, suara bising, dan terlalu banyak orang di area sembelih dapat membuat hewan stres dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

"Untuk itu, hanya petugas inti yang diperbolehkan berada di area penyembelihan, sementara anak-anak dan penonton diminta berada di luar radius aman," katanya.

Dia juga mengatakan, persiapan teknis sebelum penyembelihan juga menjadi faktor penting. Hewan perlu diistirahatkan terlebih dahulu, dipuasakan sekitar 12 jam dengan tetap diberi air minum, serta ditempatkan di area transit yang nyaman.

Selain itu, pisau sembelih harus tajam, bersih, dan tidak diperlihatkan kepada hewan. Panitia juga diwajibkan menyiapkan alat pelindung diri (APD), sanitasi, serta alur kerja yang jelas demi keselamatan dan higienitas proses kurban.

Baca juga: Prabowo sumbang sapi 1,2 Ton untuk warga terdampak banjir Dayeuhkolot

"Penyembelihan harus dilakukan dengan satu gerakan efektif pada titik yang tepat di belakang jakun untuk memastikan saluran utama terpotong sempurna sesuai syariat halal," katanya.

Dosen Fapet UGM Rio Olympias Sujarwanta mengimbau agar panitia kurban tidak memotong daging sambil merokok, menghindari batuk atau bersin di dekat daging, serta tidak mencuci jerohan di sungai yang berpotensi tercemar limbah dan bakteri.

"Penggunaan sarung tangan plastik juga dianjurkan guna mencegah kontaminasi mikroba pada daging kurban," katanya.

Selain itu, daging dan jeroan juga harus dipisahkan pengelolaannya untuk menghindari kontaminasi silang dan bau tidak sedap. Daging tidak boleh diletakkan langsung di tanah karena dapat memicu pertumbuhan kuman dalam jumlah besar.

"Untuk distribusi, masyarakat dianjurkan menghindari penggunaan plastik hitam karena berpotensi mengandung bahan berbahaya, dan beralih menggunakan besek bambu atau wadah yang lebih aman serta ramah lingkungan," katanya.

Baca juga: Pemkab Buol salurkan sapi kurban bantuan Presiden RI ke Desa Lakea I

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |