Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Victor Sianipar ingin timnas Indonesia memberikan yang terbaik pada setiap pertandingan Piala Asia Futsal 2026 yang dimainkan di Indonesia mulai 27 Januari mendatang.
Hal ini dikatakan Michael karena pihaknya tak suka memberikan sebuah target, seperti menembus semifinal atau menjadi juara misalnya, kepada tim Garuda setiap mereka bertanding.
"Sejujurnya kita gak ada target, kita sama coach Hector kita gak suka ngomongin target, kenapa karena kalau ngomongin target itu cuma jadi beban pikiran, karena filosofinya tadi, federasi sama pelatih jangan ngomongin target, ngomonginnya persiapan," kata Michael ketika hadir dalam podcast Redaksi Olahraga dari ANTARA di ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, Jumat pekan lalu.
Di Piala Asia Futsal 2026, Indonesia tergabung dengan Korea Selatan, Irak, dan Kirgiztan di Grup A. Tim Garuda akan mengawali Piala Asia Futsal dengan melawan Korea Selatan pada 27 Januari. Laga babak grup untuk Indonesia dilanjutkan melawan Kirgiztan pada 29 Januari dan ditutup Irak pada 31 Januari. Semua pertandingan Indonesia dimainkan di Indonesia Arena pukul 19.00 WIB.
Baca juga: Indonesia hadapi Irak dan Korea di Grup A Piala Asia Futsal 2026
Dari semua kontestan di Grup A, Indonesia adalah tim dengan ranking dunia FIFA tertinggi, yaitu peringkat 24 dunia. Kendati di atas kertas di atas lawan-lawannya, Michael tak ingin tim Garuda menganggap remeh lawan-lawannya.
"Mungkin netizen yang berasumsi ini grup yang relatif mudah, kita harus siap dengan semua kemungkinan, dan mindset kita adalah berikan yang terbaik di setiap pertandingan," kata Michael.
Dalam kesempatan yang sama, Michael merasa timnas futsal Indonesia menjalani persiapan terbaik menuju Piala Asia Futsal 2026, setelah menyelesaikan banyak pertandingan di berbagai turnamen.
Indonesia dua kali mengikuti turnamen Four Nations dengan melawan negara-negara hebat, seperti Argentina, Belanda, hingga Jepang. Tim kedua mereka mengikuti turnamen CFA International Men's Futsal di China dimana tim lapis kedua yang dipimpin pelatih Amril Daulay itu keluar sebagai juara.
Baca juga: FFI berencana hadirkan Four Nations untuk timnas futsal putri
Lalu, terakhir Indonesia menutup tahun 2025 dengan mencetak sejarah di Thailand setelah memenangkan medali emas SEA Games untuk pertama kalinya.
"Di futsal Indonesia ini kita juga jangan sampai cepat puas. Tentu kita sangat bangga, sekali lagi sangat bangga dan mengapresiasi hasil tahun lalu. Tapi sebenarnya di atas langit masih ada langit lagi," ucap Michael.
"Sebenarnya kompetisi-kompetisi yang lebih tinggi, yang lebih menantang itu masih banyak dan menanti, salah satunya adalah Piala Asia Futsal. Jadi jangan sampai kemenangan itu membuat kita terlena. Jangan sampai kita cepat puas, kita harus selalu ada rasa lapar dan harus selalu berkembang. Itu tantangan terbesar justru dari diri kita sendiri," tutup dia.
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































