Fakta Indonesia apresiasi terbitnya Keppres Cukai Minuman Kemasan

1 week ago 9

Jakarta (ANTARA) - Forum Warga Kota (Fakta) Indonesia mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Program Penyusunan Peraturan Pemerintah Tahun 2025 Dalam Percepatan Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK).

Ketua Fakta Indonesia, Ari Subagio Wibowo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan, mengacu "beleid' (aturan) tersebut terdapat Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Barang Kena Cukai berupa MBDK yang tercantum pada urutan nomor 7.

"Harapan besar kami, Peraturan Pemerintah tentang Cukai MBDK dapat segera disahkan sebagai bentuk kehadiran negara dalam mengendalikan peningkatan angka diabetes," kata Ari.

Berdasarkan riset Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, penerapan cukai MBDK dapat memberikan dampak ekonomi positif, menurunkan prevalensi diabetes serta mendorong reformulasi produk MBDK di Indonesia.

Baca juga: Fakta Indonesia berharap cukai minuman kemasan mulai diterapkan 2025

Penerapan cukai MBDK merupakan instrumen fiskal yang menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi warganya dengan mengendalikan konsumsi MBDK serta mengurangi beban kasus diabetes.

Menurut dia, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 mengamanatkan bahwa karakteristik barang kena cukai mencakup kriteria konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi dan pemakaiannya dikenakan pungutan negara demi keadilan bagi masyarakat yang terdampak serta keseimbangan lingkungan.

"Masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi generasi masa depan bangsa harus kita lindungi dari MBDK. Penerapan cukai MBDK ini akan menjadi kebijakan yang merupakan langkah penting menuju Indonesia Emas 2045," kata Ari.

Sebelumnya, Ari menyebutkan MBDK adalah salah satu penyebab masalah kesehatan yang sangat berat saat ini.

Baca juga: Fakta Indonesia minta Presiden Prabowo segera terapkan cukai MBDK

Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kasus diabetes pada anak mencapai 1.645 jiwa per Januari 2023. Anak muda dan remaja yang sudah menjadi korban penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, obesitas dan gagal ginjal yang mengancam kehidupan mereka.

"Hal ini disebabkan oleh tingginya konsumsi MBDK. Melihat kondisi dampak buruk dari konsumsi berlebihan produk MBDK diperlukan adanya upaya pengendalian konsumsi dengan menerapkan cukai," tuturnya.

Berdasarkan Obesity Evidence Hub 2023, sampai saat ini lebih dari 50 negara telah menerapkan cukai MBDK. Data dari Meksiko, Inggris, Afrika Selatan dan beberapa negara lain menunjukkan bahwa cukai MBDK berhasil mengurangi konsumsi gula.

Bahkan, diprediksi selama 10 tahun, cukai MBDK di Meksiko mencegah 239.900 kasus obesitas. Dari jumlah tersebut, 39 persen mencegah kasus obesitas pada anak-anak.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |