Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menilai kehadiran langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di lokasi bencana Aceh Tamiang merupakan "obat" psikologis ampuh bagi pemulihan mental siswa dan guru.
“Langkah ini menjadi obat karena kehadiran sosok Menteri secara langsung di hari pertama sekolah menjadi buah bibir dan memberikan semangat tersendiri bagi warga sekolah yang terdampak," kata Fikri, sapaan akrab Abdul Fikri Faqih di Jakarta, Rabu.
Hal tersebut dia sampaikan untuk merespons langkah cepat kementerian dalam menangani dampak bencana banjir yang melumpuhkan ratusan fasilitas pendidikan di wilayah Sumatera.
Menurut dia, belajar dari pengalaman gempa di Lombok dan Yogyakarta sebelumnya, kehadiran fisik pejabat tinggi negara pada hari pertama sekolah pascabencana memberikan dampak moral yang jauh lebih signifikan dibanding sekadar bantuan logistik.
Baca juga: Mendikdasmen semangati siswa hari pertama sekolah di Aceh Tamiang
Meskipun realisasi janji revitalisasi fisik masih membutuhkan proses, kata dia, langkah awal Mendikdasmen Abdul Mu'ti turun ke lapangan patut disambut positif karena mampu membangkitkan kembali semangat warga sekolah yang tengah terpuruk akibat musibah.
Berdasarkan data sementara yang diperoleh Komisi X DPR RI, dari total 549 sekolah di wilayah terdampak bencana Sumatera itu, sebanyak 394 sekolah mengalami kerusakan dengan rincian 47 unit rusak ringan, 269 unit rusak sedang, dan 78 unit rusak berat, dengan kondisi terparah berada di Aceh Tamiang.
Fikri menekankan penanganan di Aceh Tamiang harus menjadi tolak ukur bagi metode pemulihan di wilayah bencana lainnya.
Namun ia juga menyoroti tantangan berat dalam memulihkan SMK yang kerusakannya jauh lebih kompleks dibandingkan sekolah umum.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX itu menjelaskan kerusakan di SMK tidak hanya menyangkut tembok atau atap, tetapi juga menyangkut peralatan praktik vital, seperti mesin bubut, mesin sekrap, atau alat otomotif yang sulit digantikan dalam waktu singkat dan berbiaya tinggi.
Baca juga: Mendikdasmen: Terima kasih telah bersihkan sekolah terdampak bencana
Sebagai solusi darurat agar proses belajar tidak lumpuh total, ia menyarankan Kemendikdasmen mengirimkan alat praktik miniatur dan telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Vokasi untuk mengerahkan tenaga ahli guna memperbaiki peralatan yang masih bisa diselamatkan.
Guna mempercepat pemulihan tersebut, Fikri juga mendesak adanya sinergi lintas kementerian yang kuat, terutama antara Kemendikdasmen, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Kementerian Dalam Negeri.
Menurutnya, hal itu bernilai krusial mengingat kewenangan pendidikan yang terdesentralisasi sering kali memunculkan kendala birokrasi, yakni pemerintah kabupaten hanya menangani jenjang SD dan SMP, sementara SMA dan SMK berada di bawah pemerintah provinsi.
“Tidak boleh ada barrier atau kendala birokrasi yang menghambat, semua harus jalan karena pendidikan melibatkan banyak kementerian dan lembaga sehingga sinergi mutlak diperlukan,” ucapnya.
Baca juga: BNPB: Kegiatan belajar mengajar kembali dimulai di wilayah Aceh
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































