Donasi Baznas NTB disalurkan untuk bantu korban gempa NTT

4 days ago 4

Mataram (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mengumpulkan dana hingga ratusan juta rupiah untuk disalurkan guna membantu korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua Baznas NTB Lalu Muhammad Iqbal Murad mengatakan, penggalangan dana ditempuh melalui berbagai jalur pergerakan. Mulai dari pendekatan langsung ke donatur potensial, aksi penggalangan di titik-titik wisata dan acara publik, hingga penghimpunan melalui jaringan masjid dan media sosial.

"Dari Baznas RI, melalui dukungan ke kita juga sudah ratusan juta dan sudah kita bawa ke NTT," ujarnya di Mataram, Selasa.

Ia menegaskan aksi kemanusiaan ini ditujukan untuk meredam dampak trauma dan beban ekonomi yang ditanggung para penyintas di lokasi bencana.

"Kalau menghapus luka itu kan nggak bisa, tetapi paling tidak kita meringankan beban saudara-saudara kita yang ada di NTT," tegas Iqbal.

Selain mengirimkan uang tunai, Baznas NTB juga menerjunkan dua gelombang tim evakuasi dan logistik. Tim perdana telah menembus zona terdampak sejak Minggu (16/8) dengan membawa perlengkapan krusial seperti tenda pengungsian dan peralatan dapur umum.

Sementara gelombang kedua menyusul pada Minggu malam bersama rombongan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Guna menembus medan sulit, armada kendaraan double cabin dan kendaraan roda tiga turut dikirimkan ke lokasi.

"Yang penting itu soal gubernur kemarin dibutuhkan kendaraan roda tiga. Baznas sudah beli itu dan kita bawa ke NTT untuk nanti evakuasi di lokasi atau wilayah yang kecil, sempit-sempit," terangnya.

Iqbal juga meluruskan isu terkait kewajiban donasi bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menegaskan seluruh aksi penggalangan dana ini berjalan atas prinsip sukarela tanpa paksaan maupun target nominal tertentu.

"Penggalangan bantuan bersifat sukarela. ASN atau masyarakat yang ingin membantu dipersilakan memberikan donasi sesuai kemampuan," ucap Iqbal.

Lebih lanjur, ia mengatakan seluruh personel yang dikirim diproyeksikan bertugas selama 10 hari di lapangan.

"Skema-nya mencakup enam hari aksi operasional penanganan bencana di lokasi terdampak, serta empat hari alokasi perjalanan pulang-pergi NTB-NTT," katanya.
Baca juga: BPBD Bali belanja logistik Rp150 juta bantu korban gempa NTT

Baca juga: Kemenag Mabar NTT data kerusakan rumah ibadah dan madrasah pascagempa

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |