Dokter jelaskan pengaruh postur duduk terhadap tulang belakang

3 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Posisi duduk menghadirkan tekanan yang lebih besar pada tulang belakang dibandingkan berdiri, dan semakin lama berada dalam satu posisi tekanannya akan semakin besar.

Sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Kamis (12/2), dokter ahli bedah ortopedi Manan Vora menjelaskan bahwa postur duduk yang berbeda memberikan tingkat tekanan yang berbeda pada tulang belakang.

Apakah duduk tegak lebih baik untuk tulang belakang daripada duduk sedikit membungkuk?

Menurut Dr. Vora, jawabannya tidak. Keduanya sama-sama menimbulkan tekanan pada tulang belakang.

Dokter yang berbasis di Mumbai, India, itu menyampaikan bahwa ini bukan tentang postur yang sempurna, tetapi soal berapa lama Anda tetap berada dalam satu posisi.

Menurut dia, tidak ada postur duduk yang bisa sepenuhnya melindungi tulang belakang kalau dipertahankan dalam waktu lama.

Ia menjelaskan bahwa mempertahankan postur duduk tegak kaku selama berjam-jam dapat meningkatkan kompresi tulang belakang, sementara duduk membungkuk menggeser beban dan meningkatkan tekanan pada cakram tulang belakang.

"Penelitian menunjukkan bahwa memaksa diri untuk duduk tegak dalam waktu lama sebenarnya dapat meningkatkan kompresi tulang belakang, karena otot inti tetap tegang terus-menerus," katanya.

"Di sisi lain, membungkuk sepenuhnya meratakan lengkungan alami tulang belakang dan seringkali meningkatkan tekanan pada cakram tulang belakang lebih jauh lagi," ia menambahkan.

Kesimpulannya, dokter bedah ortopedi itu mengatakan, duduk tegak maupun duduk membungkuk sama-sama tidak sepenuhnya aman untuk tulang belakang kalau dilakukan dalam waktu lama.

Baca juga: Enam kebiasaan yang dapat sebabkan masalah tulang belakang

Posisi sedikit bersandar dengan penopang punggung yang baik dinilai bisa mengurangi tekanan pada tulang belakang, tetapi posisi ini juga tidak boleh dipertahankan dalam waktu lama tanpa diselingi pergerakan.

"Tulang belakang Anda bukanlah pilar. Ini adalah struktur dinamis yang terdiri atas 24 ruas tulang belakang yang dapat bergerak, cakram elastis, ligamen, dan otot. Secara biologis, tulang belakang dirancang untuk bergerak, bukan kaku," Dr Vora menjelaskan.

Jadi, ia melanjutkan, postur duduk yang paling sehat adalah postur yang tidak dipertahankan dalam waktu terlalu lama.

Menurut dia, kuncinya bukanlah kesempurnaan postur, melainkan gerakan dan variasi yang teratur.

Postur duduk yang baik sekalipun kalau dipertahankan dalam waktu lama akan menimbulkan tekanan pada tulang belakang.

"Intinya, postur paling sehat adalah postur yang Anda ubah secara teratur. Tulang belakang Anda dirancang untuk bergerak, bukan untuk membeku dalam satu posisi," katanya.

Baca juga: Latihan sederhana untuk perbaiki postur usai duduk terlalu lama

Baca juga: Terlalu sering duduk bisa sebabkan masalah postur dan metabolik tubuh

Penerjemah: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |