DLH Kabupaten Tangerang uji kualitas air Sungai Cisadane ‎

3 hours ago 3

Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang, Banten melakukan uji laboratorium terhadap sampel air Sungai Cisadane yang diduga tercemar kimia atau bahan pestisida.

Kepala Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Kabupaten Tangerang Ari Margo di Tangerang, Selasa, mengatakan uji kualitas air dilakukan sebagai tindak lanjut terjadinya cemaran sungai akibat insiden kebakaran Gudang Pestisida di Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin (9/2).

Residu dari kebakaran gudang kimia tersebut akan berdampak terhadap kualitas air Cisadane yang sejauh ini menjadi bahan konsumsi di sekitar Tangerang Raya.

"Sungai itu hilirnya ada di Kabupaten Tangerang, seperti di Teluknaga, Kosambi, Pakuhaji, dan Sepatan, jadi kita cek di hilir," ujarnya.

Saat ini, pihaknya telah mengambil sampel air Sungai Cisadane untuk dilakukan uji laboratorium. Uji tersebut untuk mengetahui komposisi kandungan cemaran dan potensi hidrogren air tersebut. Tahapan uji laboratorium ini akan memerlukan waktu selama dua pekan.

"Untuk sementara ini daerah aliran Sungai Cisadane dan anak sungainya, yang berpotensi terlewati aliran itu, untuk sementara jangan mengonsumsi untuk apa namanya mandi cuci itu dulu sementara," ujarnya.

Baca juga: Menteri LH berupaya tingkatkan mutu air Sungai Cipinang dalam 6 bulan

Kebakaran menghanguskan satu gudang bahan kimia pestisida di Taman Tekno, Blok K3, Nomor 37, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (9/2).

Kebakaran itu menimbulkan dampak terlihat serius terhadap lingkungan sekitar. Aliran kali di sekitar lokasi dilaporkan tercemar, ditandai dengan perubahan kondisi air serta ikan yang mengapung akibat tercemar pestisida.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel menyebutkan bahwa dugaan cemaran aliran kali berasal dari gudang penyimpanan bahan kimia pestisida.

Kepala Seksi Pengendalian, Pencemaran, dan Pengawasan Lingkungan (P3L) DLH Tangsel Hadiman mengatakan berdasarkan hasil penelusuran lapangan ditemukan sumber pencemaran berasal dari cairan kimia.

"Iya dari cairan kimia di lokasi kebakaran gudang pestisida," ucapnya.

Menurutnya, cairan kimia tersebut berasal dari gudang penyimpanan pestisida di Kota Tangsel, di mana gudang itu terjadi kebakaran sehingga sejumlah bahan kimia dilakukan penyemprotan oleh pihak damkar dan tersebar ke bantaran kali.

Kejadian tersebut mengakibatkan kondisi aliran kali mengalami perubahan warna dan berbau. Bahkan, ikan yang berada dalam aliran kali itu mengambang mati akibat terpapar cairan pestisida dari lokasi gudang penyimpanan yang kebakaran.

"Akibatnya bahan cairan kimia terbawa arus hingga mengalir ke anak kali yang berwarna putih dengan aroma menyengat. Jadi dia (lokasi kebakaran) enggak ada produksi," kata dia.

Baca juga: Warga diimbau hindari kontak air Cisadane terkait tercemar kimia

Baca juga: KLH: Mayoritas air sungai di Indonesia dalam kondisi tercemar

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |