Diplomasi lingkungan untuk kelestarian alam Indonesia

16 hours ago 3
Diplomasi internasional menjadi penting ketika mampu memperkuat upaya di dalam negeri, menghadirkan pengetahuan baru, memperluas kemitraan, dan membangun kepercayaan bahwa Indonesia merupakan bagian dari solusi global.

Jakarta (ANTARA) - Sering kali keberhasilan diplomasi lingkungan hanya dibatasi pada tercapainya target angka-angka emisi, penurunan karbon, atau besarnya investasi hijau.

Padahal, inti dari seluruh pembicaraan itu sesungguhnya adalah untuk memastikan agar bumi tetap lestari dan menjadi tempat yang layak dihuni oleh generasi berikutnya.

Diplomasi lingkungan bukan sekadar perundingan antarpemerintah, melainkan pertemuan berbagai pihak yang sama-sama memikul tanggung jawab menjaga rumah bersama.

Momentum London Climate Action Week 2026 di London, Inggris, menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan diplomasi lingkungan bagi Indonesia, sekaligus memperlihatkan bahwa Indonesia telah siap dengan isu lingkungan yang kini telah menjadi bahasa universal yang melampaui batas negara, sistem politik, maupun kepentingan ekonomi jangka pendek.

Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut bukan semata-mata memenuhi undangan internasional, tetapi menunjukkan bahwa negara ini dengan kekayaan alam luar biasa memiliki tanggung jawab sekaligus kesempatan untuk ikut menentukan arah masa depan bumi.

Salah satu momen yang menarik perhatian adalah kesempatan delegasi Indonesia untuk berdialog langsung dengan Raja Charles III pada acara Super-pollutant High-level Reception di Istana St. James.

Dalam kesempatan itu, penulis sebagai bagian dari perwakilan RI menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto kepada Raja Charles.

Sambutan yang diberikan Raja Charles menunjukkan bahwa hubungan antarbangsa tidak selalu dibangun melalui pembicaraan mengenai perdagangan atau keamanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kelestarian alam.

Respons Raja Charles yang mengapresiasi komitmen Presiden RI Prabowo dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus menjaga keanekaragaman hayati Indonesia mengandung pesan penting.

Perhatian Raja Charles terhadap lingkungan Indonesia bukanlah sesuatu yang baru muncul. Pada 2008, saat masih menyandang gelar Pangeran Wales, ia mengunjungi kawasan restorasi ekosistem Hutan Harapan di Jambi.

Kunjungan tersebut memperlihatkan ketertarikannya untuk memahami secara langsung tantangan pelestarian hutan hujan tropis, termasuk persoalan pembalakan liar yang mengancam keberlanjutan ekosistem.

Pengalaman lapangan seperti itu menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan akan lebih bermakna ketika dibangun melalui pemahaman atas realitas yang dihadapi masyarakat.

Baca juga: RI siap jalankan misi diplomasi koreksi peta hutan acuan EUDR

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |