Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan dan Emergency Medical Team (EMT) terus mengintensifkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di sejumlah kabupaten/kota.
"Pemerintah Aceh terus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan bagi masyarakat terdampak bencana, meskipun dihadapkan pada keterbatasan akses dan kondisi lapangan yang berat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Aceh sekaligus Ketua Health Emergency Operation Center (HEOC), Ferdiyus di Banda Aceh, Rabu.
Ia menyebutkan, hingga 6 Januari 2026 sebanyak 23.293 masyarakat terdampak telah mendapatkan layanan kesehatan dari tim EMT.
Adapun penyakit yang paling banyak ditangani masih adalah ISPA, penyakit kulit, hipertensi, serta gangguan pencernaan.
Baca juga: Kemenkes: 3.719 nakes relawan layani ribuan pengungsian di Aceh
Dinas Kesehatan Aceh mengerahkan sebanyak 3.916 personel relawan dan EMT yang tersebar di 12 kabupaten/kota terdampak.
Personel tersebut terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, dan dokter gigi, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan, serta tenaga pendukung nonkesehatan.
Selain pelayanan kuratif, Dinkes Aceh juga memperkuat surveilans penyakit berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Berdasarkan pemantauan, penyakit terbanyak pascabencana meliputi ISPA, penyakit kulit, diare, influenza like illness (ILI), serta sejumlah penyakit menular lain yang terus diantisipasi melalui langkah pencegahan dan edukasi kesehatan.
Di tengah sisa lumpur banjir bandang dan longsor, EMT Dinas Kesehatan Aceh terus bergerak menembus medan sulit demi memastikan pelayanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat terdampak.
Baca juga: TNI AU buka posko layanan kesehatan untuk korban bencana di Aceh
Pewarta: M Ifdhal
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































