Washington (ANTARA) - Pemimpin Minoritas DPR AS Hakeem Jeffries menyebut pemerintah gagal menunjukkan bukti yang membenarkan operasi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro.
"Tak ada bukti yang disampaikan pemerintahan untuk membenarkan tindakan itu, yang terkait dengan adanya ancaman segera terhadap kesehatan, keselamatan, kesejahteraan, dan keamanan nasional rakyat Amerika," kata Jeffries kepada NBC News pada Minggu (4/1).
Pernyataannya itu muncul setelah Presiden Donald Trump pada Sabtu mengatakan bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dalam aksi militer AS. Trump juga berjanji bahwa AS akan mengendalikan negara itu untuk sementara, termasuk mengerahkan pasukan jika perlu.
Maduro dan istrinya mendarat di New York pada Sabtu malam dan kini berada di pusat penahanan di Brooklyn. Mereka menghadapi dakwaan perdagangan narkoba dan dugaan bekerja sama dengan kelompok kejahatan yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.
Jeffries menolak dalih pemerintah yang menyebut operasi itu sebagai upaya pemberantasan narkoba, tetapi menyebutnya sebagai eskalasi militer.
"Ini bukan sekadar operasi narkoba. Ini adalah tindakan perang," katanya.
Sejumlah anggota parlemen Partai Demokrat AS pada Sabtu mengecam aksi militer itu tanpa persetujuan Kongres dan menyebutnya sebagai "ilegal."
Sumber: Anadolu
Baca juga: Presidennya ditangkap AS, Venezuela bentuk komisi bebaskan Maduro
Baca juga: Trump yakin aksi AS di Venezuela tak ganggu hubungannya dengan Xi
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































