Cahaya lilin dan harmoni Imlek di Kubu Raya

6 days ago 12

Pontianak (ANTARA) - Lebih dari dua dekade, setelah Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membuka kembali ruang perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Indonesia, "denyut nadinya" tetap terasa sampai ke daerah, hingga kini, termasuk di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Gus Dur telah mencabut Inpres No. 14 tahun 1967, dan mengizinkan perayaan Imlek secara terbuka di seluruh wilayah Indonesia.

Kabupaten Kubu Raya yang dikenal memiliki kehidupan masyarakat yang majemuk, suasana menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tampak terasa dan berlangsung berdampingan dengan semangat menjaga harmoni antarsuku dan antarumat beragama.

Kubu Raya berada di bagian barat Kalbar dan menjadi kabupaten termuda, pemekaran Kabupaten Pontianak pada 2007. Kabupaten itu memiliki wilayah cukup luas, mencapai 6.985,24 kilometer persegi. Menurut BPS tahun 2024, jumlah penduduk Kubu Raya mencapai 646.091 jiwa, tersebar di sembilan kecamatan dan 117 desa.

Kubu Raya, kini dipimpin oleh Bupati Sujiwo dan Wakil Bupati Sukiryanto. Pasangan ini dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, untuk periode 2025-2030.

Warga Etnis Tionghoa Kubu Raya tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Sungai Kakap, Sungai Raya, Ambawang, Teluk Pakedai, Batu Ampar, Padang Tikar, dan Sungai Ambangah. Mereka telah menjadi bagian dari wajah kabupaten itu. Keberadaan etnis Tionghoa turut memberi warna dalam dinamika sosial dan budaya daerah itu.

Menyambut tibanya tahun Kuda Api, Imlek 2577 Kongzili pada Selasa (17/2), dominasi warna merah menghiasi sudut-sudut permukiman warga kabupaten itu. Lampion digantung di teras rumah dan rumah ibadah, lilin-lilin sembahyang disusun rapi sebagai bagian dari rangkaian perayaan yang sarat makna spiritual.

Di balik kemeriahan itu, terdapat kerja panjang yang dipersiapkan. Koordinasi lintas instansi dilakukan pemerintah kabupaten guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib. Pengaturan teknis acara, pengamanan lokasi, hingga pengelolaan ruang publik menjadi bagian dari persiapan itu.

Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan Imlek dan Cap Go Meh tahun 2026 di daerahnya, agar dapat berlangsung aman, tertib, dan tetap menjaga keharmonisan antarumat beragama.

Baginya, keberagaman suku, agama, budaya, dan ras bukanlah persoalan. Kenyataan itu menjadi kekuatan yang harus dibangun menjadi energi besar untuk daerah itu.

Pemkab memastikan membuka ruang publik, memberikan dukungan penuh bagi perayaan Imlek, disusul Cap Go Meh pada hari ke 15 Imlek, selama tetap menjaga ketertiban umum. Dukungan itu mencakup rencana atraksi naga, barongsai, hingga pesta kembang api pada malam pergantian tahun baru Tionghoa di Bundaran Gaforaya, Jalan Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya, pada Senin (16/2) malam.

Maka suasana langit di atas Bundaran Gaforaya yang menjadi titik kumpul warga, saat menyambut pergantian tahun Imlek, semarak dengan cahaya dari nyala kembang api yang saling menyusul satu persatu, sebelum akhirnya jatuh kembali ke Bumi.

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |