KSP kawal pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Malang

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di SMP Negeri 16 Malang, Jawa Timur, guna memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Sekolah Rakyat merupakan prioritas utama dari program beliau. Di sini kita lihat anak yang putus sekolah, anak yang karena tidak mampu dari desil satu dan dua, bisa bersekolah di sini,” kata Dudung saat melakukan kunjungan kerja pada Jumat (12/6), dikutip dari keterangan resmi KSP di Jakarta, Minggu.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari langkah nyata Kantor Staf Presiden (KSP) dalam mengawal pelaksanaan program prioritas Presiden. Peninjauan lapangan ini difokuskan untuk memastikan bahwa hak pendidikan bagi anak-anak yang sempat putus sekolah dapat terpenuhi dengan baik melalui kebijakan strategis pemerintah pusat.

Dalam peninjauan tersebut, Kepala Staf Kepresidenan melihat langsung proses pembelajaran di sekolah rintisan yang saat ini digunakan sebagai lokasi pelaksanaan program. Fasilitas di SMP Negeri 16 Malang tersebut dimanfaatkan untuk sementara waktu sambil menunggu pembangunan gedung sekolah permanen yang direncanakan di kawasan sekitar.​

Dudung menjelaskan bahwa pemerintah saat ini masih memerlukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait penyediaan lahan untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat. Oleh sebab itu, KSP berkomitmen membantu mendorong sinergi antara pemerintah daerah serta dinas-dinas teknis terkait guna mempercepat proses pengadaan aset.

“Saya lihat ini sekolah rintisan. Sekolah rakyatnya nanti akan dibangun di sekitar sini. Masih kita komunikasikan karena ada tanah yang sebetulnya bisa digunakan, tetapi masih punya kelurahan. Nanti saya komunikasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum, ATR/BPN, kemudian Dinas Sosial untuk segera dibangun,” ujar Dudung.

Ia menegaskan pentingnya penyelesaian administrasi lahan dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. Langkah prosedural ini sangat diperlukan agar seluruh proses pembangunan dapat berjalan secara tertib, akuntabel, serta tidak menimbulkan persoalan regulasi di kemudian hari.

Berdasarkan dialog dengan kepala sekolah dan para pembimbing di lapangan, Dudung memperoleh informasi mengenai berbagai tantangan pada tahap awal pelaksanaan program. Kendati demikian, melalui pembinaan karakter dan moral yang dilakukan secara berkelanjutan, para siswa menunjukkan perkembangan yang positif bahkan beberapa di antaranya berhasil meraih prestasi.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut juga menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap dukungan pemenuhan kebutuhan belajar serta penunjang pendidikan yang diberikan kepada para siswa kurang mampu di Malang.

“Ini harapan Bapak Presiden, tidak ada lagi anak yang tidak sekolah. Semua mempunyai hak yang sama di dalam menempuh pendidikan,” tutur Dudung.

Di sela-sela peninjauan fasilitas belajar, Dudung turut mengapresiasi karya lukisan salah satu siswa yang menggambarkan Istana Negara dan Bendera Merah Putih. Menurutnya, karya seni tersebut mencerminkan semangat nasionalisme serta nilai-nilai positif yang tumbuh subur di dalam diri para peserta didik.

Melalui pengawasan langsung ini, KSP memastikan Program Sekolah Rakyat berjalan sesuai dengan arahan Presiden serta mampu menjangkau anak-anak yang menghadapi keterbatasan akses ekonomi. KSP berjanji akan terus mengawal penyelesaian kendala di lapangan melalui penguatan koordinasi lintas sektor agar tujuan program tercapai secara optimal.

Baca juga: KSP tanamkan semangat pantang menyerah ke murid Sekolah Rakyat Malang

Baca juga: Kementerian PU targetkan SR Kabupaten Bekasi tuntas 20 Juni 2026

Baca juga: Dudung: Lahan gedung Sekolah Rakyat Kota Malang terus dikomunikasikan

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |