Jaksa di AS selidiki OpenAI soal pengelolaan data-data pengguna

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - OpenAI tengah menghadapi penyelidikan dari koalisi jaksa penuntut umum sejumlah negara bagian di Amerika Serikat terkait aktivitas bisnis, penanganan data-data pengguna dan dampak layanan kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkannya.

Melansir Engadget, Sabtu (13/6) waktu setempat, perusahaan teknologi itu menerima surat panggilan pada Jumat (12/6) yang meminta OpenAI menyerahkan berbagai informasi dan dokumen terkait operasionalnya.

Dalam penyelidikan tersebut, para jaksa meminta penjelasan mengenai sistem periklanan, strategi perusahaan dalam menarik dan mempertahankan pengguna, serta pengelolaan data pribadi dan informasi kesehatan pengguna. Mereka juga menyoroti penggunaan layanan OpenAI oleh pengguna anak-anak dan lansia, pengembangan model deep learning, kebijakan perusahaan, hingga kecenderungan model AI memberikan respons yang terlalu menyetujui atau mengikuti keinginan pengguna.

Baca juga: Koalisi 42 jaksa agung AS selidiki OpenAI terkait dampak akal imitasi

Menanggapi hal itu, juru bicara OpenAI menyatakan perusahaan memandang serius berbagai kekhawatiran yang disampaikan para jaksa penuntut umum. Dia juga mengatakan perusahaan terus bekerja untuk mengembangkan AI yang memberi kepada masyarakat secara aman dan bertanggung jawab

"Kami menanggapi serius kekhawatiran yang disampaikan para jaksa agung negara bagian dan berniat berkomunikasi secara konstruktif dengan kantor mereka," kata perusahaan.

Belum diketahui secara pasti apa yang melatarbelakangi penyelidikan tersebut. Namun, perusahaan pengembang AI tengah menjadi sorotan regulator di berbagai negara bagian AS dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2025, sebanyak 44 jaksa penuntut umum negara bagian mengirim surat kepada Meta, Google, Apple, Microsoft, OpenAI, Anthropic, Perplexity AI, dan xAI untuk meminta perusahaan-perusahaan tersebut meningkatkan perlindungan terhadap anak-anak dari interaksi chatbot yang dianggap tidak pantas dan berpotensi membahayakan.

Baca juga: OpenAI secara rahasia ajukan permohonan untuk kemungkinan IPO

Baca juga: Google gugat penipu asal China karena gunakan AI Gemini untuk penipuan

Baca juga: Pakar sebut China miliki jumlah paten AI generatif terbanyak di dunia

Baca juga: Sony gandeng Bandai Namco kembangkan AI generatif untuk produksi video

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |