Jakarta (ANTARA) - Pelatih timnas Qatar Julen Lopetegui mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya setelah berhasil menahan imbang Swiss 1-1 pada laga perdana Grup B Piala Dunia 2026.
Hasil tersebut menghadirkan sejarah baru bagi Qatar yang untuk pertama kalinya meraih poin di ajang Piala Dunia.
"Saya sangat bangga dengan tim ini. Saya mengatakan kepada mereka bahwa meski kami tidak mencetak gol dan tidak bermain imbang, saya tetap bangga dengan mentalitas serta disiplin yang mereka tunjukkan hari ini. Namun, beruntung kami mencetak gol dan itu menjadi sebuah sejarah," kata Lopetegui yang dikutip dari AFP pada Minggu.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Levi's Stadium pada Minggu, Qatar mencuri hasil imbang dramatis lewat gol Boualem Khoukhi pada injury time babak kedua.
Baca juga: Qatar tahan imbang Swiss 1-1 lewat gol masa "injury time"
Swiss sebelumnya lebih dahulu unggul melalui eksekusi penalti Breel Embolo pada babak pertama. Swiss tampil dominan sepanjang laga dengan melepaskan 26 tembakan, tetapi gagal mengamankan kemenangan karena kurang efektif dalam penyelesaian akhir.
Qatar telah tampil di putaran final Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah menjadi tuan rumah edisi 2022.
Bagi Lopetegui, pertandingan ini juga menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya dia merasakan pengalaman memimpin sebuah tim di Piala Dunia. Momen tersebut datang delapan tahun lebih lambat dari yang sempat dia bayangkan.
Pelatih berusia 59 tahun itu sejatinya dijadwalkan menangani Spanyol di Piala Dunia 2018 Rusia. Namun, beberapa hari sebelum turnamen dimulai, dia dipecat oleh Federasi Sepak Bola Spanyol setelah diumumkan telah mencapai kesepakatan untuk menjadi pelatih Real Madrid usai Piala Dunia.
Baca juga: Susunan pemain Qatar vs Swiss, dua tim turunkan kekuatan penuh
Baca juga: Profil timnas Qatar, kekuatan baru Asia di Piala Dunia 2026
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































