Bunda Literasi Sigi ajak penulis lokal dokumentasikan budaya daerah

1 month ago 7
Masyarakat dan pegiat literasi memiliki tanggung jawab untuk menjadi penulis yang mampu mengangkat dan memperkenalkan identitas daerahnya sendiri

Sigi (ANTARA) - Bunda Literasi Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) Siti Halwiyah mengajak para penulis pemula dan komunitas literasi di daerah tersebut untuk aktif mendokumentasikan kekayaan budaya serta kearifan lokal ke dalam bentuk karya tulis yang berkualitas.

"Jadi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat budaya literasi dan menjaga identitas daerah agar tetap hidup, dikenal dan tidak rentan terlupakan di masa mendatang," kata Siti Halwiyah saat membuka kegiatan Bimtek kepenulisan berbasis konten budaya lokal di Dolo, Senin.

Ia menuturkan tulisan maupun karya tulis menjadi salah satu cara paling efektif untuk menjaga seluruh identitas budaya tetap hidup ditengah masyarakat.

"Kabupaten Sigi memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam terdiri dari tradisi, adat istiadat, bahasa daerah, cerita rakyat, kesenian, kuliner, kearifan lokal, hingga nilai-nilai kehidupan masyarakat,merupakan warisan yang sangat berharga," ungkap Siti.

Ia mengemukakan pentingnya dokumentasi budaya lokal termasuk kemampuan mengolah pengetahuan, mendokumentasikan pengalaman dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

"Masyarakat dan pegiat literasi memiliki tanggung jawab untuk menjadi penulis yang mampu mengangkat dan memperkenalkan identitas daerahnya sendiri," kata Siti.

Menurut dia, ke depan bimtek kepenulisan ini bisa menciptakan ekosistem kepenulisan di Kabupaten Sigi.

"Tentunya ekosistem kepenulisan hanya dapat tumbuh apabila ada kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, perpustakaan, sekolah, perguruan tinggi, komunitas literasi, media, para penulis, dan masyarakat," kata Siti.

Siti mengharapkan masyarakat dan pegiat literasi di Sigi sebagai ruang belajar untuk berbagi pengalaman serta membangun jejaring.

"Harapannya masyarakat mampu menjadi agen literasi di lingkungannya masing-masing serta menularkan semangat membaca dan menulis kepada keluarga, sekolah dan komunitas," ujarnya.

Baca juga: Dampingi adiksi digital anak agar aktivitasnya berdampak positif

Baca juga: Bunda Literasi Jaksel diharapkan mampu tingkatkan minat baca

Pewarta: Moh Salam
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |