Bukittinggi tanpa pesta tahun baru di Jam Gadang

2 hours ago 6

Bukittinggi (ANTARA) - Masyarakat Kota Bukittinggi, Sumatera Barat menunjukkan empati terhadap bencana saat ini yang terjadi dengan tidak merayakan pergantian tahun dengan pesta kembang api di pelataran Jam Gadang, Rabu (31/12) malam.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Kamis (1/1) dinihari mengatakan dia bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengawasi langsung momen pergantian tahun yang sebelumnya juga telah mengingatkan warga dan pengunjung Jam Gadang melalui edaran pelarangan perayaan berlebihan.

"Sejak awal sudah kami imbau tidak ada pesta tahun baru di Kota Bukittinggi, Alhamdulillah masyarakat mau mendengarkan walau jumlah kepadatan tetap sama tapi tidak ada letusan kembang api di kawasan Jam Gadang," katanya.

Pemkot Bukittinggi bersama TNI-Polri menyepakati tidak adanya pesta tahun baru untuk menunjukkan empati terhadap kondisi musibah bencana alam yang terjadi di Sumbar.

Hingga hari ini, tercatat masih terjadi longsor susulan salah satunya di Maninjau, Kabupaten Agam.

Kabupaten yang bersebelahan dengan Bukittinggi itu menjadi korban terbesar di Sumbar.

Kepatuhan masyarakat terhadap imbauan tersebut, kata Ramlan, menjadi bukti bahwa warga Bukittinggi masih memiliki kepedulian sosial terhadap kondisi daerah lain di Sumatera Barat yang terdampak bencana.

Petugas gabungan TNI-Polri dan dinas terkait juga berpatroli untuk memastikan tidak adanya pesta berlebihan di tahun baru di Bukittinggi, ruas jalan dialihkan menuju Jam Gadang hingga konsentrasi massa terpecah ke lokasi lain.

Ramlan mengatakan imbauan untuk merayakan pergantian tahun secara sederhana tidak hanya datang dari pemerintah daerah, tetapi juga merupakan arahan dari pemerintah pusat.

Meski tanpa pesta kembang api, pelataran Jam Gadang tetap dipadati pengunjung.

Arus kedatangan masyarakat dan wisatawan berlangsung sejak malam hari hingga menjelang pergantian tahun, dengan kondisi kawasan terpantau ramai seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ramlan menyebut jumlah pengunjung yang datang tidak mengalami penurunan signifikan dibandingkan perayaan tahun baru lalu.

Aktivitas masyarakat lebih didominasi dengan berkumpul, berswafoto, dan menunggu detik-detik pergantian tahun tanpa hiburan tambahan.

“Masyarakat tidak berkurang dari tahun lalu, padat seperti biasanya. Bukittinggi memang salah satunya bergantung dari kunjungan wisatawan. Selamat tahun baru semoga kita semua dijauhkan dari bencana," kata Wako.

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |