BSI catat total kelolaan emas capai 22,5 ton

5 days ago 5
Tak hanya meningkatkan volume emas kelolaan, layanan bullion juga memperluas inklusi kepemilikan emas di masyarakat

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat hingga saat ini total emas kelolaan Perseroan mencapai 22,5 ton.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan hal itu mencerminkan pertumbuhan signifikan pada bisnis emas dalam satu tahun sejak layanan bank emas (bullion bank) diluncurkan pada 26 Februari 2025.

Sebagaimana diketahui, layanan bullion bank merupakan inisiatif pemerintah untuk memperkuat pengelolaan emas nasional.

Program ini diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025 setelah izin kegiatan usaha bullion diberikan kepada BSI dan Pegadaian oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Tak hanya meningkatkan volume emas kelolaan, layanan bullion juga memperluas inklusi kepemilikan emas di masyarakat. Karakteristiknya yang inklusif, mudah diakses secara digital, serta sesuai prinsip syariah membuat emas semakin terjangkau bagi berbagai segmen nasabah," kata Anggoro Eko Cahyo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Bullion bank dorong bisnis emas BSI dan Pegadaian makin masif

Baca juga: OJK sebut jumlah simpanan emas di perbankan capai 766.050 rekening

Hal tersebut tercermin dari meningkatnya komposisi nasabah emas dari kalangan Gen Z yang naik dari 24 persen menjadi 32 persen.

Secara keseluruhan, jumlah nasabah BSI pada 2025 bertambah lebih dari 2 juta menjadi lebih dari 23 juta nasabah, tertinggi sejak merger bank syariah pada 2021.

Layanan bullion bank juga menjadi sumber pertumbuhan nasabah baru bagi BSI. Jumlah nasabah bullion bank tercatat meningkat lebih dari 400 persen.

Anggoro menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan dalam membangun industri bullion bank di Indonesia.

"Bullion bank menjadi milestone penting bagi BSI dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Kami ingin menjadikan emas tidak hanya sebagai instrumen lindung nilai, tetapi juga sebagai bagian dari sistem keuangan yang produktif dan inklusif,” ujarnya.

Menurut dia, BSI mendapat kehormatan menjadi salah satu bank pertama yang menjalankan layanan bank emas di Indonesia.

Kehadiran bullion bank juga melengkapi layanan emas BSI yang telah ada sebelumnya, seperti cicil emas dan gadai emas.

Dengan adanya layanan bullion, BSI kini memiliki ekosistem emas terintegrasi mulai dari perdagangan emas, simpanan emas, cicil emas, gadai emas, hingga BSI Gold.

Anggoro menegaskan seluruh transaksi emas di BSI dijalankan sesuai prinsip syariah.

"Kami tidak diperbolehkan menjual barang yang belum dimiliki. Karena itu seluruh transaksi emas di BSI dipastikan memiliki underlying berupa emas fisik yang tersimpan di vault kami,” jelasnya.

Selain memperluas basis nasabah, hingga Desember 2025 bisnis bullion juga memberikan kontribusi terhadap fee based income dari layanan emas. Kinerja BSI pada 2025 pun ditutup dengan pertumbuhan yang solid di atas rata-rata industri.

Per Desember 2025, aset BSI tercatat mencapai Rp456 triliun atau tumbuh 11,64 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Pembiayaan meningkat 14,49 persen (YoY) dengan kualitas tetap terjaga yang tercermin dari cost of financing (CoC) di level 0,84 persen.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 16,20 persen (YoY) menjadi Rp380 triliun.

BSI optimistis setelah bertransformasi menjadi persero dan berada langsung di bawah Danantara, perseroan dapat lebih optimal menjadikan bullion bank sebagai mesin pertumbuhan baru.

Pertumbuhan bisnis emas BSI juga sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas di tengah dinamika ekonomi global.

Emas dinilai memiliki karakteristik safe haven yang kuat sekaligus semakin mudah diakses melalui kanal digital perbankan.

Ke depan, Anggoro mengatakan BSI akan terus memperkuat inovasi layanan bullion bank, memperluas literasi investasi emas syariah, serta meningkatkan kolaborasi dengan regulator dan pelaku industri untuk membangun ekosistem bank emas nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan.

BSI juga akan memperluas pemanfaatan emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan nasabah, seperti untuk persiapan ibadah haji, kepemilikan rumah, dan berbagai tujuan finansial lainnya. Perseroan turut meluncurkan kampanye literasi investasi bertajuk Langkah Emas Generasi E.M.A.S. untuk mendorong masyarakat semakin dekat dengan investasi emas.

"Dengan momentum satu tahun perjalanan ini, BSI optimistis bisnis bullion bank akan menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru perseroan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah global," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan emas merupakan instrumen investasi safe haven dalam berbagai kondisi ekonomi.

"Untuk itu kami terus mendorong industri jasa keuangan, termasuk Bank Syariah Indonesia, untuk meningkatkan ekosistem bullion bank guna menjadi engine baru pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Baca juga: Pegadaian kelola 141 ton emas hingga 2025

Baca juga: Permintaan emas diperkirakan terus naik, BSI pastikan stok aman

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |