Baubau, Sulawesi Tenggara (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan dukungan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi kapal ASDP untuk menjaga aksesibilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah kepulauan di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menilai layanan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang beroperasi di wilayah tersebut menggunakan BBM subsidi sebagai bentuk kontribusi negara dalam mendukung pelayanan transportasi masyarakat kepulauan.
"Nah, semua kapal ASDP berfasilitas menggunakan BBM bersubsidi. Ini adalah sebagai kontribusi negara untuk pelayanan masyarakat agar supaya mengantarkan (orang dan logistik) di lintas atau antar pulau," kata Wahyudi di Baubau, Sulawesi Tenggara, Sabtu.
Dia menyampaikan hal itu ketika menumpangi kapal penyeberangan ASDP KMP Tongkol dengan rute pelayaran Baubau-Muna Barat bersama Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman, Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Patra Niaga Alimuddin Baso, Bupati Muna Barat La Ode Darwin dan pihak terkait lainnya.
BPH Migas menilai keberadaan ASDP sangat strategis karena menjadi penghubung utama bagi masyarakat untuk membawa hasil produksi antarwilayah agar dapat dipasarkan lebih luas. Transportasi itu bagian penting dalam menghubungkan masyarakat antarpulau, khususnya wilayah Buton, Muna, Wakatobi, dan sekitarnya.
Melalui pengawasan distribusi BBM, BPH Migas terus mengevaluasi kebutuhan bahan bakar subsidi untuk operasional ASDP agar pelayanan penyeberangan tidak mengalami hambatan.
Baca juga: ASDP perkuat konektivitas hingga dukung pariwisata di Baubau Sultra
Wahyudi menjelaskan tanpa layanan ASDP, aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah pulau berpotensi terganggu karena keterbatasan akses transportasi dan distribusi barang.
Ia menyebut ASDP sebagai badan usaha milik negara memiliki tugas melayani masyarakat dengan dukungan BBM subsidi yang menjadi bagian dari pelayanan publik.
Karena itu, BPH Migas memastikan ketersediaan stok BBM untuk operasional kapal ASDP di wilayah tersebut tercukupi dengan baik sebagai bentuk komitmen pemerintah.
Layanan ASDP tersebut juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang membawa komoditas dari Pulau Buton, Pulau Muna, dan wilayah sekitar menuju daerah lainnya.
Meski begitu, Wahyudi tidak merinci besaran alokasi BBM bersubsidi yang disalurkan untuk ASDP, namun memastikan kebutuhan operasional kapal tetap terpenuhi guna mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat kepulauan.
BPH Migas berharap dukungan BBM subsidi bagi ASDP terus memperkuat konektivitas wilayah kepulauan serta membantu masyarakat menjalankan kegiatan ekonomi, pekerjaan, dan distribusi logistik terutama di wilayah Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Baubau Amir mengatakan secara keseluruhan pihaknya mengoperasikan sebanyak 14 kapal setiap hari dengan jadwal layanan mulai pagi hingga sore untuk melayani kebutuhan masyarakat.
"Jadi kita di sini melayani masyarakat sampai jam 7 malam. Dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam," kata Amir.
ADSP Cabang Baubau menegaskan seluruh BBM bagi belasan armada tersebut juga tercukupi guna mendukung angkutan orang dan distribusi logistik di berbagai wilayah kepulauan Sulawesi Tenggara.
Baca juga: ASDP Baubau catat kenaikan penumpang 17 persen pada mudik Lebaran 2026
Baca juga: ASDP Baubau: Feri rute Butur-Konkep resmi beroperasi
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































