BNPB tekankan penguatan penanganan bencana terpadu di Bekasi

3 hours ago 1

Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan penguatan penanganan bencana hidrometeorologi secara terpadu di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mulai dari respons darurat hingga langkah mitigasi jangka panjang guna menekan risiko banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi pada BNPB Raditya Jati menyebut Kabupaten Bekasi merupakan wilayah dengan tingkat risiko banjir sangat tinggi, berdasarkan peta risiko bencana nasional.

"Kondisi geografis berupa cekungan, sedimentasi sungai, penyempitan alur air serta dinamika pemanfaatan ruang menjadi faktor yang mempengaruhi kejadian banjir secara berulang," katanya di Cikarang, Rabu.

Pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik secara bertahap sejak pertengahan Januari 2026, meliputi kebutuhan pangan, air minum, perlengkapan darurat hingga obat-obatan sebagai upaya mendukung penanganan bencana di Kabupaten Bekasi.

Pihaknya juga terus melakukan pemantauan lapangan melalui pemetaan udara menggunakan media drone untuk mengidentifikasi wilayah terdampak serta titik-titik kritis banjir.

Selain itu, pihaknya bersama instansi terkait melaksanakan operasi modifikasi cuaca sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko dengan total 168 sorti penerbangan. Langkah tersebut untuk menekan intensitas curah hujan di wilayah rawan banjir meskipun bersifat sementara.

Baca juga: Anggaran pencegahan terbatas, BNPB upayakan pinjaman luar negeri

"Upaya-upaya ini merupakan bagian dari penanganan darurat untuk membantu masyarakat terdampak, namun tidak dapat dijadikan solusi jangka panjang," ujarnya.

BNPB menekankan penting penanganan banjir secara menyeluruh melalui kebijakan jangka pendek, menengah dan panjang.

Menurut ia evaluasi tata ruang, pengendalian pemanfaatan lahan, normalisasi sungai, perbaikan tanggul serta penguatan sistem peringatan dini turut menjadi langkah strategis yang perlu diperkuat secara berkelanjutan.

Raditya juga mendorong peningkatan ketangguhan masyarakat maupun desa rawan bencana, termasuk penguatan kelembagaan kebencanaan hingga optimalisasi peran relawan serta pemanfaatan sumber pendanaan yang tersedia.

Sebagai tindak lanjut, BNPB akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala terhadap upaya penanganan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bekasi bersama pemerintah daerah setempat.

"Penanganan bencana hidrometeorologi harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Pemerintah pusat siap mendukung, sementara penguatan kebijakan dan implementasi di daerah menjadi faktor kunci dalam mengurangi risiko bencana ke depan," kata dia.

Baca juga: BNPB: Potensi tanah longsor tinggi, perlu jadi perhatian

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |