Banjarbaru (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kualitas udara di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang mencapai kategori Berbahaya atau sangat tidak sehat akibat tingginya konsentrasi partikulat halus PM2.5, pada Rabu pagi.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kalsel Klaus Johannes Apoh Damanik mengatakan konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 Wita dan masuk kategori Berbahaya, jauh melampaui ambang batas 250,5 mikrogram per meter kubik untuk kategori tersebut.
Konsentrasi PM2.5 mulai meningkat sejak dini hari dan kondisi udara memburuk hingga mencapai tingkat ekstrem pada pagi hari, seiring kondisi atmosfer yang kering dan tidak adanya hujan di wilayah Kalimantan Selatan selama periode pengamatan 24 jam.
Johannes mengatakan kondisi kualitas udara tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama karena konsentrasi partikulat halus telah mencapai level yang berpotensi membahayakan kesehatan.
BMKG memantau peningkatan konsentrasi PM2.5 tersebut berkaitan dengan kondisi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berada di sekitar wilayah terdampak, sementara kondisi kering menyebabkan partikulat dan asap lebih mudah bertahan di udara.
Baca juga: BMKG prakirakan sebagian Jakartadiselimuti awan tebal Rabu siang
BMKG mengklasifikasikan kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2.5 menjadi Baik pada 0–15,5 mikrogram per meter kubik, Sedang 15,6–55,4 mikrogram per meter kubik, Tidak Sehat 55,5–150,4 mikrogram per meter kubik, dan Sangat Tidak Sehat 150,5–250,4 mikrogram per meter kubik.
Konsentrasi PM2.5 di atas 250,5 mikrogram per meter kubik masuk kategori Berbahaya, sehingga angka 389,4 mikrogram per meter kubik yang tercatat di Banjarbaru menunjukkan kualitas udara berada jauh di atas ambang kategori tersebut.
Johannes menyampaikan bahwa kondisi kering juga terpantau di seluruh wilayah Kalimantan Selatan berdasarkan pemantauan curah hujan Stasiun Klimatologi Kelas I Kalsel pada 18 Agustus pukul 07.00 Wita hingga 19 Agustus 2026.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan, agar selalu menggunakan masker standar dan mengurangi paparan langsung terhadap udara luar ketika konsentrasi PM2.5 berada pada tingkat tinggi untuk mengurangi risiko paparan partikulat halus.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan kualitas udara karena kondisi tersebut dapat berubah mengikuti pergerakan angin, kondisi atmosfer, serta perkembangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Selatan.
Baca juga: BMKG prakirakan cuaca di sebagian besar RI berawan tebal pada Rabu
“Masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker medis seperti N95 atau KN95 saat beraktivitas, menjaga imunitas dengan menerapkan pola hidup sehat, serta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang dapat memperburuk kualitas udara,” ujar Johannes.
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































