Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan arah kebijakan operasional lembaga tetap selaras secara penuh untuk mengawal agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 meskipun di tengah keterbatasan postur fiskal.
Sekretaris Utama BMKG Guswanto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa komitmen fungsional tersebut tidak akan surut demi menjaga kedaulatan serta ketahanan komoditas strategis negara di masa depan.
"Meski menghadapi tantangan pembatasan anggaran, kebijakan operasional kami tetap tegak lurus mendukung prioritas nasional, khususnya kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, hingga ketahanan bencana," kata dia.
Guswanto menjelaskan intervensi MKG fungsional mutlak diperlukan mengingat variabel cuaca dan iklim global merupakan faktor krusial yang melandasi stabilitas produksi pangan domestik serta pengelolaan sumber daya air nasional.
Baca juga: BMKG: Mayoritas kota besar alami berawan-hujan ringan pada Rabu
Selain sektor agronomi, BMKG menempatkan aspek keselamatan transportasi multimoda dan pengembangan infrastruktur maritim sebagai target operasional utama yang harus dijamin melalui pemutakhiran data cuaca seketika (real-time) selama 24 jam penuh.
Guna menekan potensi kerugian ekonomi negara akibat dampak bencana, instansi juga terus mengawal modernisasi peralatan peringatan dini bahaya majemuk (Multi-Hazard Early Warning System), termasuk sistem InaTEWS untuk mitigasi tsunami.
Berdasarkan penetapan pagu indikatif Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 melalui Surat Bersama Menkeu dan Kepala Bappenas tertanggal 7 Mei 2026, BMKG dijadwalkan menerima alokasi anggaran belanja sebesar Rp2,16 triliun.
Guswanto menambahkan nilai pagu yang bersumber dari Rupiah Murni, SBSN, dan PNBP tersebut sejatinya memicu kekurangan anggaran (backlog) sebesar Rp2,48 triliun dari total proyeksi kebutuhan ideal lembaga yang dihitung mencapai Rp4,64 triliun.
Baca juga: BMKG prakirakan sebagian Jakarta bakal berawan pada Rabu pagi
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































