Palangka Raya (ANTARA) - Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah (Kalteng) Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya Lian Adrian mengingatkan nelayan dan masyarakat di sepanjang pesisir perairan wilayah selatan agar mewaspadai gelombang laut setinggi 2 meter.
"Waspadai potensi tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2 meter di wilayah perairan Selatan Kalimantan Tengah selama sepekan ke depan," kata Lian di Palangka Raya, Selasa.
Dia juga mengimbau masyarakat pesisir agar berhati-hati ketika beraktivitas di laut karena tinggi gelombang tersebut masuk kategori rendah hingga sedang.
"Warga pesisir juga diminta waspada adanya pertumbuhan awan konvektif atau awan cumulonimbus (CB) yang berpotensi menjadikan hujan intensitas sedang hingga lebat dan menimbulkan angin kencang, serta menambah tinggi gelombang air laut," ujarnya.
Dia mengatakan, berdasarkan analisis dan pengamatan daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di wilayah Kalteng. Kondisi ini juga mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah tersebut.
"Didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng," kata Lian.
Baca juga: BMKG: Waspada ombak mencapai 2,5 meter di Sumut hingga 8 Januari
Dia menambahkan, selama sepekan ke depan, potensi kecepatan angin diperkirakan antara 5-15 kilometer/jam. Angin ini umumnya bertiup dari arah Timur menuju Barat.
"Sementara untuk suhu udara berkisar antara 23 sampai 32 derajat Celsius. Kelembaban udara berkisar antara 60 hingga 100 persen," kata Lian Adriani.
Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah Kalteng yang meliputi 13 kabupaten dan satu kota, selama sepekan mendatang juga diperkirakan berpotensi hujan yang disertai angin kencang dan sambaran petir.
Kondisi itu juga harus menjadikan masyarakat semakin waspada terhadap potensi adanya genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang, akibat terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang.
Lian Adriani menambahkan, jika melihat fenomena tersebut, masyarakat diminta waspada dan segera mencari tempat teduh, namun tidak di bawah pohon.
"Saat terjadi hujan deras disertai angin kencang dan petir, segera cari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung," katanya.
Baca juga: BMKG: Mayoritas wilayah Indonesia diguyur hujan ringan hari ini
Masyarakat pun dapat memperbaharui informasi perkembangan cuaca, masyarakat dapat mengakses layanan yang diberikan BMKG melalui laman resmi BMKG, aplikasi BMKG dan berbagai media sosial BMKG.
Pewarta: Rendhik Andika
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































