Pasar Santa andalkan kopi sebagai daya tarik, ada segmentasi khusus

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pasar Santa, Jakarta Selatan mengandalkan kopi sebagai daya tarik utama sebagai strategi dalam menyasar segmentasi pasar sehingga memiliki karakter berbeda dibanding pasar lainnya.

"Kan harusnya memang semua pasar itu punya keunggulan, punya produk ciri khas," kata salah satu pemilik kios kopi, Suradi, saat ditemui di Pasar Santa Jakarta, Selasa.

Suradi mengatakan aktivitas usaha kopi di Pasar Santa tetap ramai meskipun muncul anggapan bahwa pasar tersebut sepi konsumen.

Di sisi lain menurut keterangan beberapa pedagang, keberadaan tenan kopi yang ramai turut mendorong aktivitas di kios lain dalam pasar.

"Kalau satu toko ramai ini tetangga-tetangga juga ikut kebagian. Kan enggak mungkin orang cuma beli kopi doang kan, pasti ya makan ya beli camilan, nanti belanja baju dan celana seperti di lantai atas. Ya pasti pembeli muter," ungkapnya.

Kios Dunia Kopi di Pasar Santa yang ramai dikunjungi konsumen dalam negeri maupun mancanegara, Jakarta, Selasa (28/4/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Oleh karena itu, setiap pasar harus memiliki ciri khas atau keunggulan masing-masing, termasuk Pasar Santa yang kini dikenal dengan kopi sebagai ikon utama.

“Ya kan harusnya memang semua pasar itu punya ruh ya atau unggulan. Misalkan kayak Pasar Cipulir dan Tanah Abang gitu kan baju kain berarti fesyen," ucap dia.

Lebih lanjut, ketahanan usaha kopi di Pasar Santa didukung oleh ekosistem yang dibangun langsung dari hulu ke hilir, termasuk kemitraan dengan petani.

Biji kopi yang dijual berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Temanggung, hingga Aceh, dengan harga berkisar Rp130 ribu hingga Rp800 ribu per kilogram. Para pembeli, kata Suradi, dipastikan mendapat kualitas kopi yang segar.

Seiring tren kopi yang terus berkembang, kalangan anak muda juga menikmati kopi infused.

"Apalagi ngetren anak-anak muda kopi infused,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pasar Santa berdiri di atas lahan seluas 10.953 meter persegi (m²). Pada Mei 2007, pasar ini mulai direnovasi menjadi gedung tiga lantai dengan luas bangunan 7.328 m².

Area basement Pasar Santa didominasi oleh tenan kopi, sementara lantai atas diisi berbagai jenis usaha, termasuk makanan, pakaian, dan barang jaman dahulu (vintage).

Baca juga: Pedagang sebut revitalisasi Pasar Santa beri kenyamanan pengunjung

Baca juga: Revitalisasi Pasar Santa dorong ekonomi komunitas anak muda

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |