Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mengejar target seluruh kelurahan berstatus Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) pada Juni mendatang.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menyebutkan hingga kini dari 56 kelurahan di wilayahnya, hanya Kelurahan Tomang yang belum mendeklarasikan ODF.
"Kita sedang kebut untuk Kelurahan Tomang deklarasi ODF pada 22 Juni mendatang. Jadi nanti semua 56 kelurahan statusnya sudah deklarasi," kata Iin kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Iin mengatakan syarat utama agar kelurahan bisa deklarasi ODF adalah minimal 500 kepala keluarga (KK) menggunakan jamban tertutup atau terhubung ke tangki septik.
Ia menambahkan upaya percepatan deklarasi ODF dilakukan dengan membangun lima unit mandi, cuci, kakus (MCK) komunal di RW 12 dan 13 Kelurahan Tomang.
"Di luar ekspektasi kami, dari target 500, ternyata realisasinya bisa lebih dari 1.200 orang yang akan menjangkau atau menjadi cakupan dari penggunaan lima MCK komunal itu," kata Iin.
Adapun kesulitan utama untuk mewujudkan target tersebut adalah ketersediaan tempat pembangunan toilet komunal.
"Pertama yang menjadi kendala adalah mengenai tempat. Kami tentu akan berkoordinasi dengan teman-teman dari sektor terkait yang memiliki aset di situ," kata Iin.
Oleh karena itu, kata Iin, kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk kelancaran program tersebut.
"Terkait dengan ODF ini kan menjadi isu yang multidimensi ya. Ketika kita mau mencapai ODF, mesti semua sektor ada di situ. Sehingga kami melakukan strategi kolaborasi multi sektor. Tentu dengan pemetaan terlebih dulu," pungkas Iin.
Baca juga: Jakbar targetkan seluruh kelurahan setop BAB sembarangan pada Juni
Baca juga: Kejar target 100 persen ODF, Jakbar bangun toilet komunal di Tomang
Baca juga: Pemilik kontrakan di Jakbar diimbau sedia sanitasi layak bagi penghuni
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































