Jakarta (ANTARA) - Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mengutuk serangan tentara Israel ke markas Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) yang menyebabkan prajurit TNI gugur.
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan tindakan Israel itu kembali menunjukkan arogansi terhadap dunia internasional. Terlebih, pasukan yang diserang sedang dalam misi perdamaian PBB.
“Kita mengutuk keras serangan tentara Israel terhadap markas UNIFIL, apalagi yang jadi korban ini adalah prajurit TNI. Ini pukulan telak bagi kita karena kehadiran prajurit kita tidak dihargai oleh Israel,” kata Syahrul.
Dia juga menyampaikan duka cita atas gugurnya prajurit TNI dalam serangan tersebut. Ia mengatakan BKSAP DPR RI memberikan penghormatan terhadap prajurit yang gugur dalam tugas menjaga perdamaian dunia.
Baca juga: RI serukan pertemuan darurat DK PBB selidiki gugurnya anggota UNIFIL
Syahrul yang juga anggota Komisi I DPR meminta pemerintah untuk melakukan koordinasi intens dengan PBB tentang keberadaan para prajurit dari berbagai negara yang ditugaskan di wilayah konflik.
“Kita juga meminta pemerintah agar melakukan koordinasi intens ke PBB agar kejadian serupa tidak terulang lagi dan bagaimana PBB mampu menjaga keselamatan para prajurit yang diutus melalui berbagai regulasi dan SOP yang ada,” ucapnya.
Sebelumnya, Praka Farizal Romadhon, prajurit asal Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL, pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, gugur di tengah konflik antara kelompok Hizbullah dan Israel.
“Saya mengecam keras insiden pada Minggu di mana seorang penjaga perdamaian asal Indonesia di UNIFIL terbunuh di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui platform X pada Senin (30/3).
Kementerian Pertahanan RI membenarkan adanya satu personel TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian UNIFIL gugur dan tiga personel lain luka-luka akibat serangan artileri dari Israel yang terjadi pada Minggu (29/3).
Baca juga: Dua lagi tentara RI gugur, PBB kutuk serangan terhadap UNIFIL
Berselang sehari, PBB mengumumkan dua anggota UNIFIL asal Indonesia gugur akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik pasukan perdamaian itu di Lebanon pada Senin (30/3) waktu setempat.
“Dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, sektor timur,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix, dalam pernyataannya di Markas Besar PBB di New York, seperti dikutip di Jakarta, Selasa.
“Dua pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya luka serius. Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini, dan pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran," imbuh Lacroix.
Kabar ini juga telah dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan RI.
Baca juga: Kemhan: Dua prajurit gugur saat mengawal operasi UNIFIL di Lebanon
Baca juga: Prancis desak rapat darurat DK PBB usai tiga anggota UNIFIL gugur
Baca juga: JDF Asia Pasifik: Serangan kepada pasukan UNIFIL harus ditindak tegas
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































