Jakarta (ANTARA) - Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat menerima kunjungan Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari dan menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung rakyat Palestina.
"Indonesia tetap dan selalu berada di sisi rakyat Palestina sampai merdeka," kata Syahrul dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3) itu, keduanya membahas terkait hubungan Indonesia dan Palestina yang dibangun atas dasar sejarah, solidaritas, dan nilai kemanusiaan.
Menurut Syahrul, komitmen dukungan Indonesia terhadap Palestina melalui diplomasi parlemen, solidaritas masyarakat, dan kerja sama kemanusiaan.
Dia menekankan Indonesia akan bersama Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan, keadilan dan perdamaian yang berkelanjutan.
"Apa pun dinamika yang terjadi saat ini, kemerdekaan Negara Palestina adalah harga mati bagi Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Dubes Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari dalam pertemuan itu mengatakan bahwa Palestina menghargai sikap Indonesia dan percaya keberadaan Indonesia di Board of Peace (BoP) turut mendukung kemerdekaan negaranya.
Menurut Abdalfatah, peran strategis BKSAP DPR RI dalam melakukan lobi diplomatik pada sidang-sidang parlemen dunia, baik sidang internasional maupun regional, begitu juga melakukan diplomasi bilateral ke berbagai negara menjadi alasan penting pihaknya mengunjungi lembaga tersebut.
Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada parlemen Indonesia yang selalu lantang dalam memperjuangkan kedaulatan Palestina di forum internasional.
Diskusi yang berlangsung dalam pertemuan tersebut juga membahas peran pemuda Indonesia dalam kemerdekaan.
Abdalfatah menyebut, pemuda Palestina bisa belajar dari pemuda Indonesia saat Sumpah Pemuda, yaitu Bersatu untuk Merdeka.
Baca juga: BKSAP DPR tekankan dukungan terhadap Palestina saat diplomasi ke Mesir
Baca juga: BKSAP tegaskan dukungan kepada Palestina saat pertemuan bilateral
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































