Samarinda (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan skema khusus penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan yang diterapkan pada 161 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kalimantan Timur.
"Kami telah merancang mekanisme distribusi yang fleksibel agar manfaat program tetap dirasakan peserta didik maupun penerima manfaat lain selama bulan puasa tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah," ujar Pendamping Kepala Regional BGN Kaltim Sirajul Amin di Samarinda, Jumat.
Penyesuaian utama dalam skema Ramadhan ini adalah pengalihan menu dari makanan masak segar menjadi paket makanan ringan atau kudapan bergizi yang memiliki masa simpan aman antara 10 hingga 12 jam untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
"Perubahan jenis menu ini dilakukan dengan pertimbangan keamanan pangan yang ketat guna menghindari risiko makanan menjadi basi sebelum waktu berbuka tiba," ujarnya.
Baca juga: KPPG sebut sekolah tak dipaksa terima MBG saat Ramadhan
Paket MBG Ramadhan untuk siswa berisi komponen padat gizi seperti kurma, biskuit, telur, susu, dan buah yang telah ditakar untuk memenuhi kebutuhan angka kecukupan gizi (AKG) harian anak sekolah.
Distribusi paket tersebut kepada para siswa dilakukan setiap hari efektif sekolah menjelang jam pulang agar dapat langsung dibawa ke rumah masing-masing.
Guna memastikan kebersihan dan kemudahan distribusi, BGN menerapkan sistem penggunaan tas jinjing (tote bag) dengan dua warna berbeda yang ditukarkan setiap harinya oleh penerima manfaat.
"Siswa diwajibkan membawa kembali tas jinjing dari hari sebelumnya saat mengambil paket baru, sebuah mekanisme yang juga ditujukan untuk melatih kedisiplinan," ucap Sirajul.
Seluruh kegiatan pelayanan MBG di 161 SPPG Kaltim yang aktif saat ini beroperasi mengikuti kalender libur nasional dan jadwal cuti bersama yang telah ditetapkan pemerintah untuk Ramadhan.
Dalam pedoman teknis yang menjadi acuan SPPG, juga diatur mengenai penyelenggaraan kegiatan buka puasa bersama yang disarankan dilakukan satu kali selama Ramadhan di lingkungan sekolah.
"Kegiatan buka bersama ini idealnya dilaksanakan pada pekan terakhir pembelajaran efektif sebelum libur Lebaran guna mempererat kebersamaan antar siswa dan pihak sekolah," cakap Sirajul.
SPPG diinstruksikan untuk menyesuaikan jam kerja para pegawainya agar persiapan dan pengiriman paket buka bersama dapat terlaksana tepat waktu sebelum adzan maghrib.
"Guna mengukur keberhasilan skema khusus ini, evaluasi dilakukan setelah satu minggu pelaksanaan menggunakan kuesioner yang disebar kepada sampel 5-10 persen siswa di setiap sekolah," demikian Sirajul.
Baca juga: JICA bagikan pengalaman Jepang perkuat program Makan Bergizi Gratis
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































