BGN: Kasus SPPG berhenti operasional di Sampang karena pergantian PPK

22 hours ago 5
...kalau itu lebih ke masalah teknis

Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan kasus tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sampang, Madura, Jawa Timur, sempat berhenti beroperasi karena ada pergantian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang saat meninjau Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 di SMK Negeri 1 Jakarta yang bergulir kembali mulai hari ini, Kamis, menepis bahwa pemberhentian operasional tersebut karena kurangnya modal atau anggaran dari BGN.

“Jangankan di Madura, yang lain juga ya (sempat berhenti operasional), jadi kalau itu lebih ke masalah teknis. Jadi itu enggak ada (akibat kurang modal), uangnya ada kok, buktinya sekarang bisa jalan lebih besar lagi, jadi waktu itu ada pergantian petugas, namanya PPK, ini masalah teknis,” katanya.

Ia menjelaskan, permasalahan tersebut salah satunya juga dipengaruhi oleh permasalahan teknis keuangan karena SPPG terlambat mengajukan proposal.

“Jadi masalah teknis di keuangan, sehingga ada keterlambatan pengiriman. Keterlambatan itu mengapa bisa terjadi? Karena anak-anak SPPG ini kalau mau minta uang itu harus mengirim proposal, nah, ada yang karena proposalnya telat. Begitu telat satu hari, dia bisa terlambatnya 10 hari. Mengapa? Karena dikirimnya per 10 hari sekali,” paparnya.

Baca juga: Wakil Kepala BGN: MBG tahun 2026 berjalan seperti biasa

Sebelumnya, Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Program MBG Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Sudarmanto mengatakan tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berhenti beroperasi atau tidak mendistribusikan makanan ke sekolah.

"Jumlah SPPG yang berhenti beroperasi ini sesuai dengan laporan tim Satgas MBG di lapangan yang kami terima hari ini," katanya dalam keterangan pers yang disampaikan kepada media di Sampang, Jawa Timur, Selasa (6/1).

Ia menyebutkan, total jumlah SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Sampang sejak program itu dicanangkan sebanyak 81, dan hingga 6 Januari 2026 ini yang beroperasi tinggal 74 SPPG.

Sudarmanto menuturkan tujuh SPPG itu berhenti beroperasi, karena tidak memiliki modal cukup, akibat anggaran dari BGN belum cair.

"Kami dari Satgas MBG Pemkab Sampang telah menyampaikan ke sekolah-sekolah yang menjadi sasaran distribusi MBG tujuh SPPG yang menyatakan berhenti, karena kekurangan dana," katanya.

Baca juga: BGN minta SPPG lakukan persiapan penuh untuk MBG tahun 2026

Baca juga: Topang Program MBG, BGN telah bangun 19.188 SPPG selama tahun 2025

Baca juga: Satgas MBG: Tujuh SPPG Sampang berhenti beroperasi

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |