Benarkah catatan amal manusia diangkat pada malam Nisfu Syaban?

1 week ago 9

Jakarta (ANTARA) - Bulan Syaban dikenal sebagai bulan yang penuh berkah dalam Islam. Di antara keistimewaan yang sering dikaitkan dengan bulan ini adalah keyakinan bahwa pada malam Nisfu Syaban, catatan amal manusia selama setahun diangkat dan digantikan dengan yang baru. Namun, apakah benar keyakinan ini memiliki dasar yang kuat dalam Islam?

Beberapa riwayat menyebutkan bahwa malam Nisfu Syaban adalah malam di mana Allah SWT memberikan pengampunan kepada hamba-hamba-Nya, kecuali mereka yang masih menyimpan permusuhan atau melakukan perbuatan syirik. Hadis yang sering dikutip terkait hal ini adalah:

"Pada malam Nisfu Syaban, Allah melihat kepada makhluk-Nya dan mengampuni semua dosa mereka, kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR. Ibnu Majah).

Baca juga: Hadits-hadits tentang keistimewaan malam Nisfu Sya'ban

Namun, mengenai keyakinan bahwa catatan amal manusia diangkat pada malam Nisfu Syaban, tidak ditemukan hadis yang sahih yang secara khusus menyebutkan hal tersebut. Para ulama lebih banyak menyebutkan bahwa pencatatan amal terjadi di waktu-waktu lain, bukan hanya pada malam Nisfu Syaban.

Kapan sebenarnya catatan amal manusia diangkat?

Dalam Islam, pencatatan dan pengangkatan amal manusia terjadi pada beberapa waktu yang berbeda:

  • Setiap Hari - Malaikat mencatat amal manusia pagi dan sore (QS. Qaf: 17-18).
  • Setiap Pekan - Amal manusia dilaporkan kepada Allah setiap hari Senin dan Kamis, sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih.
  • Setiap Tahun (Lailatul Qadar) - Dalam Surah Al-Qadr disebutkan bahwa ketetapan tahunan manusia ditentukan pada malam Lailatul Qadar, bukan pada malam Nisfu Syaban.

Baca juga: Puasa sunah Februari 2025: Ayyamul Bidh, Nisfu Syaban, dan Senin-Kamis

Amalan yang bisa dilakukan di Malam Nisfu Syaban

Meskipun tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan pada malam ini, beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:

1. Memperbanyak Istighfar dan Doa

Malam Nisfu Syaban bisa menjadi kesempatan untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan atas segala dosa. Momen ini diyakini sebagai salah satu waktu mustajab untuk berdoa.

2. Membaca Al Quran

Salah satu cara terbaik mengisi malam Nisfu Syaban adalah dengan memperbanyak tilawah Al Quran, baik membaca maupun memahami maknanya.

3. Melaksanakan shalat sunnah

Sebagian umat Muslim memilih melaksanakan sholat sunnah seperti shalat tahajud atau shalat hajat untuk memohon keberkahan.

4. Memperbaiki hubungan dengan sesama

Salah satu ajaran Islam adalah menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Jika masih ada perselisihan atau dendam, malam Nisfu Syaban bisa menjadi waktu yang tepat untuk memperbaikinya.

Baca juga: Amalan malam Nisfu Sya’ban yang dianjurkan, jangan sampai terlewat

Pewarta: Allisa Luthfia
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |