BEI catat 11 perusahaan skala besar siap IPO di pasar modal RI

5 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat 11 perusahaan beraset skala besar berada dalam pipeline (antrean) akan melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia.

Selain itu, terdapat empat perusahaan beraset skala menengah berada dalam antrean IPO, sehingga total terdapat 15 perusahaan berada dalam antrean IPO per 30 April 2026.

"Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Adapun kriteria perusahaan beraset skala besar yaitu memiliki aset di atas Rp250 miliar, sementara perusahaan beraset skala menengah yaitu beraset antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar.

Klasifikasi aset perusahaan tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Nyoman menjelaskan sebanyak 15 perusahaan dalam antrean itu dengan rincian tiga perusahaan sektor kesehatan, tiga perusahaan sektor barang konsumen primer, dan tiga perusahaan sektor barang konsumen nonprimer.

Baca juga: IHSG melemah dipicu kombinasi "risk off" global dan tekanan domestik

Kemudian, dua perusahaan sektor infrastruktur dan dua perusahaan sektor teknologi.

Selanjutnya, satu perusahaan sektor energi serta satu perusahaan sektor keuangan.

Hingga 30 April 2026, terdapat satu perusahaan yang telah melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia, dengan dana terhimpun senilai Rp302,4 miliar.

Total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia yaitu sebanyak 957 perusahaan per 30 April 2026 dengan target terdapat 50 perusahaan dapat menggelar IPO sepanjang 2026.

Sementara itu, dari aksi penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), BEI mencatat penerbitan sebanyak 54 emisi dari 35 penerbit EBUS dengan dana yang terhimpun senilai Rp58,90 triliun per 30 April 2026.

Sampai periode tersebut, Nyoman mengungkapkan terdapat 47 emisi dari 33 penerbit EBUS yang sedang berada dalam antrean untuk menerbitkan emisi EBUS.

Adapun, untuk aksi rights issue, terdapat tiga perusahaan yang telah melangsungkan aksi rights issue dengan total nilai Rp3,75 triliun sampai 30 April 2026.

Dalam antrean, terdapat satu perusahaan yang akan melangsungkan aksi rights issue dari perusahaan sektor properti.

Baca juga: OJK target umumkan direksi BEI terpilih paling lambat pada 22 Juni

Baca juga: BEI dorong masyarakat berpartisipasi perkuat pasar karbon RI

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |