Austria jajaki kerja sama pendidikan vokasi strategis dengan Malut 

22 hours ago 5

Ternate (ANTARA) - Pemerintah Austria, melalui Duta Besar (Dubes) Austria untuk Indonesia,Thomas Loidl melakukan kunjungan kerja ke Maluku Utara (Malut) untuk menjajaki kerja sama antara pemerintah Austria dengan Malut dalam bidang pendidikan vokasi.

"Ini merupakan langkah awal penjajakan kerja sama dalam bidang pendidikan vokasi. Hal ini selain memperkuat SDM yang unggul juga meningkatkan pendapatan masyarakat Malut," kata Thomas Loidl usai berkunjung di Kadaton Kesultanan Ternate, Kamis.

Dubes Austria beserta rombongan melakukan pertemuan dengan Sekprov Malut, Samsuddin A. Kadir dan Sultan Ternate Hidayatullah Sjah.

Dubes Austria, melalui Kepala Perwakilan Indonesia untuk Austria, Alvin Saadi ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa Kunker Dubes ke Malut ini adalah untuk penjajakan kerja sama di bidang pendidikan vokasi dan sosial budaya.

Ia menjelaskan model kerja sama yang ditawarkan adalah dalam bentuk pelatihan intensif misalnya, pertukangan kayu, teknik mesin, dan teknik pendidikan lainnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat Malut.

"Membekali SDM lokal agar mampu mengoperasikan teknologi terkini guna menghadapi tantangan industri masa depan," ungkapnya.

Sementara itu, Sekprov Malut, Samsuddin Abdul Kadir mengungkapkan bahwa tawaran kerja sama ini merupakan momentum penting bagi daerah.

Menurut dia, Austria yang dikenal memiliki sejarah sistem vokasi selama kurang lebih dari 200 tahun, menawarkan konsep link and match untuk memastikan lulusan pendidikan memiliki keterampilan yang sesuai, cocok dengan kebutuhan industri global.

Baca juga: Makassar–Yokohama kerja sama pelatihan dan penyerapan tenaga kerja

"Tentunya pemerintah Malut menyambut baik dan siap berkolaborasi dengan konsep pendidikan vokasi yang ditawarkan oleh Austria, ini demi kemajuan SDM yang unggul di Malut," ujarnya.

Senada dengan itu, Sultan Ternate juga menyambut baik inisiatif ini, mengingat hubungan antara Austria dan Ternate telah terjalin sejak tahun 1621. Catatan sejarah seorang warga Austria bernama Cornelis yang menetap selama 7 tahun di Ternate dan menulis buku tentang rempah-rempah menjadi landasan emosional yang mempererat diplomasi kedua pihak.

Langkah tindak lanjut pihak Kesultanan Ternate dengan memberikan dukungan penuh dan berharap Pemerintah Provinsi dapat bersikap proaktif.

"Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan regulasi dan sikap proaktif pemerintah daerah dalam menindaklanjuti tawaran teknis dari pihak Austria," tegasnya.

Sementara itu, Sultan Ternate, Hidayatullah Mudaffar Sjah yang juga selaku anggota DPD RI Dapil Malut ini bahkan mencontohkan dengan merujuk pada perkataan Dubes, bahwa keberhasilan di kota lain yang telah melakukan kerja sama dengan Austria seperti Medan dan Makassar, tenaga kerja (seperti pelaut) yang tersertifikasi sistem Austria tercatat mengalami kenaikan pendapatan signifikan.

Oleh karena itu, Sultan Ternate berharap, dengan implementasi kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku Utara, tetapi juga membuka akses lapangan kerja internasional bagi generasi muda di Bumi Moloku Kie Raha.

Baca juga: Makassar-India perkuat kerja sama di bidang pelatihan dan pendidikan

Baca juga: Kemnaker terus berupaya perkuat kerja sama vokasi dengan Austria

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |