Australia minta warganya segera tinggalkan Iran imbas protes

23 hours ago 4

Moskow (ANTARA) - Pihak berwenang Australia, Rabu, mendesak warganya untuk segera meninggalkan Iran dan menahan diri dari perjalanan ke negara itu karena gelombang protes yang masih berlangsung.

“Jika berada di Iran, sebaiknya segera keluar. Protes keras terjadi di seluruh negeri dan bisa meningkat tanpa pemberitahuan,” bunyi pernyataan di portal Smartraveller Kementerian Luar Negeri Australia.

Australia juga mengimbau warganya untuk menunda perjalanan ke Iran dalam waktu dekat dan menghindari kerumunan, demonstrasi, atau protes, serta selalu mengikuti arahan otoritas setempat.

Operasional Kedutaan Besar Australia di Teheran telah dihentikan sehingga kemampuan memberikan bantuan konsuler di Iran sangat terbatas, sebut pernyataan tersebut.

Warga Australia yang memilih tetap tinggal di Iran meski mendapat imbauan bertanggung jawab penuh atas keselamatan diri mereka sendiri, kata pernyataan itu.

Protes di Iran dimulai akhir Desember seiring pelemahan mata uang nasional, rial, yang memicu keluhan masyarakat atas fluktuasi tajam nilai tukar dan dampaknya terhadap harga grosir maupun eceran.

Iran sedang menghadapi inflasi tinggi, dengan Bank Sentral menyebut tingkat inflasi tahunan mencapai 38,9 persen sehingga menekan daya beli masyarakat.

Kurs dolar AS tidak resmi, yang sekitar 50.000 rial sebelum penarikan AS dari kesepakatan nuklir pada Mei 2018, kini melonjak ke sekitar 1,4 juta rial di pasar terbuka.

Sumber: Sputnik-OANA

Baca juga: Iran kecam intervensi AS di tengah gelombang protes

Baca juga: HRANA: Protes di Iran tewaskan 20 orang, hampir 1.000 ditangkap

Penerjemah: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |