ASDP: Dukungan angkutan bantuan kemanusiaan kembali bergerak ke NTT

4 hours ago 3

Baubau, Sulawesi Tenggara (ANTARA) - Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo memastikan mobilisasi bantuan kemanusiaan kembali dilakukan menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan KMP Inerie II dari Surabaya untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di daerah tersebut.

"ASDP kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat NTT yang tengah menjalani proses pemulihan pascabencana," kata Heru terkonfirmasi di Baubau, Sulawesi Tenggara, Sabtu.

Kali ini, kata dia, dukungan diwujudkan melalui mobilisasi bantuan kemanusiaan dari Surabaya menuju Kupang menggunakan KMP Inerie II yang berangkat dari Pelabuhan Ujung Surabaya Sabtu, 5 September 2026.

Heru mengatakan dalam situasi bencana, konektivitas penyeberangan memiliki peran strategis untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Kami ingin memastikan konektivitas yang ASDP miliki dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam situasi tanggap darurat dan pemulihan bencana," ujar Heru.

Ia menegaskan setiap bantuan yang dimobilisasi adalah bentuk kepedulian dan gotong royong untuk membantu warga terdampak gempa di NTT.

"Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama hadir dan memberikan dukungan terbaik bagi masyarakat terdampak,” ucap Heru.

Langkah itu merupakan bagian dari upaya ASDP untuk mendukung masyarakat terdampak sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak yang ingin turut memberikan bantuan.

Menurutnya masyarakat, dunia usaha, komunitas, maupun lembaga kemanusiaan dapat menyerahkan bantuan di Pelabuhan Ujung Surabaya untuk selanjutnya dimobilisasi menuju NTT.

Baca juga: ASDP kawal penyeberangan gratis bantuan untuk pemulihan pascagempa NTT

Baca juga: Pelni serahkan 29 ton bantuan gempa NTT yang diangkut dari Jakarta

ASDP mengajak masyarakat yang ingin berkontribusi untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan di Pelabuhan Ujung Surabaya. Informasi dan koordinasi penyerahan bantuan dapat dilakukan melalui Toni Saputra (0821-3135-0597) dan Ayudha Pratama (0852-7573-1638).

Bantuan yang dapat disalurkan masyarakat antara lain berupa makanan dan minuman, kebutuhan pokok, obat-obatan dan perlengkapan medis, pakaian layak pakai, selimut, tenda, perlengkapan tidur, perlengkapan bayi dan anak, serta kebutuhan dasar lainnya yang dibutuhkan masyarakat terdampak.

Setiap bantuan yang diserahkan diharapkan dalam kondisi baik dan layak digunakan, sehingga dapat memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat NTT. Dukungan itu melanjutkan rangkaian kontribusi perusahaan dalam membantu proses pemulihan di NTT.

Sebelumnya, ASDP telah beberapa kali memobilisasi bantuan kemanusiaan melalui layanan penyeberangan, baik berupa kebutuhan dasar masyarakat maupun dukungan logistik dan peralatan yang dibutuhkan di wilayah terdampak.

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan dapat bergerak secara aman dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan dukungan terhadap masyarakat NTT akan terus dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Pemulihan pascabencana membutuhkan proses yang tidak singkat dan kerja bersama dari banyak pihak. Selama konektivitas masih dibutuhkan untuk mendukung pergerakan bantuan, kami akan terus berupaya memberikan dukungan agar bantuan dapat dimobilisasi secara aman dan tepat sasaran,” jelas Windy.

Sebagai bagian dari konektivitas nasional, ASDP berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat, termasuk dengan mengoptimalkan layanan penyeberangan sebagai jalur mobilisasi bantuan dalam situasi tanggap darurat dan proses pemulihan bencana.

Baca juga: ASDP bantu mobilisasi bantuan logistik korban bencana alam di NTT

Baca juga: TNI AU kirim 2 ton bantuan dengan Boeing 737 ke NTT

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |