Makassar (ANTARA) - Anggota Komisi XIII (Bidang Regulasi dan Hak Asasi Manusia) DPR Meity Rahmatia melepas keberangkatan jamaah calon haji (JCH) Kloter 16 Embarkasi Makassar.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena kita bisa bertemu dengan para tamu Allah, calon-calon haji yang akan berangkat tahun ini,” ujarnya di hadapan JCH di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu.
Jamaah calon haji kloter 16 adalah gabungan calon haji berasal dari berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Selatan, seperti Kabupaten Gowa, Maros, Pinrang, dan Takalar.
JCH Gowa memberangkatkan 111 orang, Maros 74 orang, Kabupaten Pinrang 133 orang, dan Kabupaten Takalar 69 orang, termasuk tim pendamping haji enam orang, sehingga total diberangkatkan ke Tanah Suci 393 calon haji.
Ia mengajak jamaah calon haji memperkuat keimanan, menjaga kesehatan, serta meluruskan niat selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Ia menekankan bahwa ibadah haji suatu perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan lahir dan batin.
Baca juga: Menteri Haji: Embarkasi YIA jadi model percontohan nasional
Menurutnya, jamaah perlu memperkuat jasmani agar tetap sehat selama menjalani rangkaian ibadah, sekaligus menyatukan batin dengan penuh keikhlasan kepada Allah SWT.
“Perkuat jasad kita dengan kesehatan jasmani dan satukan batin kita hanya kepada Allah SWT. Tinggalkan segala bentuk kesyirikan dan luruskan niat semata-mata karena Allah,” katanya.
Ia mengingatkan jamaah agar melepaskan sementara urusan duniawi, seperti jabatan dan harta benda, selama menjalankan ibadah haji.
Ia menilai kunci utama meraih haji mabrur berupa keikhlasan.
“Sehebat apa pun manusia, dengan segala kekuasaan dan harta yang dimiliki, semuanya akan ditinggalkan saat kita menghadap Sang Pencipta,” katanya.
Ia menambahkan tidak semua orang mendapatkan kesempatan istimewa untuk menjalani wukuf di Arafah pada 9 Zulhijjah.
Oleh karena itu, jamaah diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Selain itu, ia mengharapkan, jamaah menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang berisiko, seperti berdesakan untuk mencium hajar Aswad.
“Jaga kondisi, jangan memaksakan hal-hal di luar kemampuan kita. Fokus pada ibadah dan keselamatan diri,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Meity juga menyoroti keberagaman usia jamaah, termasuk adanya jamaah lanjut usia yang mencapai umur 95 tahun.
Ia mengapresiasi semangat jamaah lansia yang tetap bertekad menunaikan ibadah haji.
Ia berharap jamaah kloter 16 dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Baca juga: Kemenhaj perkuat pengawasan dan penindakan cegah haji non-prosedural
Baca juga: Jamaah calon haji khusus Indonesia perdana tiba di Madinah
Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































