Jakarta (ANTARA) - Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensa) mengapresiasi pola komunikasi yang dilakukan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat ini karena menjadi bukti bahwa pemerintah mencoba dekat dengan rakyat.
Diketahui, Seskab berburu buku lawas di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (19/4). Momen itu diabadikan dan diunggah oleh akun Instagram resmi Seskab @teddy_hq, memperlihatkan Teddy tengah memilah koleksi buku bekas di antara lapak-lapak pedagang.
"Tidak ada klaim macam-macam, tidak ada kalimat politis yang ditempel-tempel, cuma pergi beli buku di akhir pekan seperti orang kebanyakan. Kalau pola seperti ini yang terus dijalankan, ya saya kira publik juga lama-lama akan merasakan bedanya," kata Hensa dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Hensa juga tidak memandang negatif kata "pencitraan." Baginya, membangun citra positif adalah bagian yang sah dari komunikasi publik seorang pejabat negara.
Ia mengingatkan bahwa yang perlu dijaga adalah batasan dalam melakukan pencitraan tersebut.
"Saya selalu bilang, pencitraan positif itu bagian dari kerjaan pejabat publik, bukan sesuatu yang perlu ditutup-tutupi. Yang bikin runyam itu kalau pencitraannya untuk kepentingan pribadi, bukan institusi. Dua hal itu kelihatannya mirip, tetapi bedanya cukup jelas kalau mau jujur melihatnya," ujarnya.
Hensa menilai dalam konten yang diunggah itu, Seskab hanya hadir sebagai seseorang yang menikmati hobinya di tempat yang sama dengan warga biasa. Menurut dia, hal itu sudah cukup untuk membawa pesan dekat dengan rakyat.
Namun, Hensa mengingatkan bahwa satu unggahan positif belum cukup untuk mengubah persepsi publik secara permanen. Menurut dia, konsistensi adalah ujian sesungguhnya dari sebuah komunikasi publik.
"Saya tidak mau terlalu cepat bilang ini bagus, tetapi kalau pola seperti ini konsisten dijalankan, bukan cuma sekali lalu hilang, ya kepercayaan publik itu akan terbentuk sendiri," ujarnya.
Baca juga: Seskab Teddy bagikan rutinitas renang Presiden Prabowo tiap jam 5 pagi
Baca juga: Analis: Komunikasi Istana berjalan baik, respons isu masyarakat
Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































