Anak usia dini 6 jam pakai gawai, Gerakan Satu Jam KU jadi solusi

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyosialisasikan Gerakan "Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga" (Satu Jam KU) untuk merespons anak usia dini di bawah 6 tahun yang terpapar penggunaan gawai hingga 6 jam per hari.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum mengatakan, berdasarkan data profil anak usia dini menyebutkan 42,25 persen anak usia dini telah mengakses telepon genggam dan internet, di mana Generasi Z dan Alpha menjadi pengguna internet terbesar.

"Anak-anak kini lebih akrab dengan dunia digital dibanding interaksi sosial tradisional. Perubahan ini menyebabkan berkurangnya waktu interaksi langsung dalam keluarga. Oleh karena itu, Gerakan Satu Jam KU ini prinsip utamanya orang tua sebagai pengasuh utama, bukan gawai," kata Woro di Jakarta, Rabu.

Selain itu, Gerakan Satu Jam KU juga bertujuan meningkatkan kualitas interaksi langsung dalam keluarga, serta memperkuat ikatan antara orang tua dan anak.

"Gerakan ini didasarkan pada pendekatan membangun keluarga berkualitas di era digital, dengan prinsip rumah sebagai zona aman dan nyaman untuk interaksi," ujar dia.

Woro juga menyoroti tantangan penggunaan internet bagi generasi Z dan Alpha, di mana kurang dari 30 persen anak didampingi orang tua saat mengakses internet.

Selain itu, Indonesia juga menempati peringkat ketiga dunia dalam laporan konten kekerasan seksual terhadap anak.

"Walaupun internet memiliki sisi positif seperti edukasi, komunikasi, akses informasi, arus konten negatif menjadi risiko besar bila tidak disertai pengasuhan aktif," ucap Woro.

Ia memaparkan, aktivitas dalam Gerakan Satu Jam KU tidak dibatasi, yang dapat berupa ibadah bersama, makan bersama tanpa gawai, olahraga bersama, belajar bersama, rekreasi, diskusi keluarga, aktivitas budaya lokal, maupun berkumpul dan berbincang santai.

Gerakan Satu Jam KU juga dilakukan bersamaan dengan Bulan Ramadhan, di mana anak banyak melakukan pembelajaran di rumah, yang menjadi momentum tepat untuk meningkatkan interaksi antar keluarga.

"Intinya, interaksi langsung tanpa distraksi gawai minimal satu jam setiap hari," tutur Woro.

Baca juga: Jadi isu serius, 9 kementerian & lembaga teken SKB Kesehatan Jiwa Anak

Baca juga: Kemenko PMK-YouTube kerja sama perkuat ketahanan dan keamanan keluarga

Baca juga: Kemenko PMK serukan keluarga berkumpul setidaknya satu jam per hari

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |