Akademisi UGM usulkan perluasan habitat komodo di Flores

3 hours ago 2

Yogyakarta (ANTARA) - Dosen Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Donan Satria Yudha mengusulkan perluasan habitat komodo di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menjaga kelestarian satwa endemik tersebut.

"Tekanan akibat habitat yang terdegradasi terutama terjadi di mainland Flores bagian utara," ujar Donan dalam keterangannya di Yogyakarta, Selasa.

Ia mengatakan persebaran komodo tidak hanya berada di Pulau Komodo, tetapi juga di Pulau Rinca, pulau-pulau kecil di sekitarnya, serta di daratan utama Pulau Flores bagian utara.

Menurut dia, populasi komodo saat ini diperkirakan sekitar 3.319 ekor. Namun, keberadaan satwa tersebut menghadapi berbagai ancaman, mulai dari perburuan liar, perubahan iklim, hingga penyusutan habitat.

Selain itu, sekitar 58 persen habitat komodo tercatat berada di Area Penggunaan Lain (APL) atau di luar kawasan hutan sehingga perlindungan terhadap habitat menjadi tantangan tersendiri dalam upaya konservasi.

Donan menyebut perburuan liar masih menjadi ancaman keberadaan komodo sehingga diperlukan penguatan pengawasan kawasan, termasuk penambahan personel polisi hutan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), terutama di daratan utama Flores bagian utara.

Menurut Donan, pemerintah dapat mempertimbangkan program penangkaran komodo yang dikelola secara resmi dan terbatas sesuai mekanisme "Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora" (CITES).

"Dengan demikian, para kolektor hewan akan memilih jalur resmi, karena terdapat jalur resmi yang disediakan," ujarnya.

Selain itu, ia menilai peningkatan kesejahteraan masyarakat di Pulau Rinca dan Pulau Komodo juga diperlukan agar warga dapat berperan aktif menjaga kelestarian komodo.

"Jika warga Pulau Rinca dan Pulau Komodo sejahtera, maka mereka akan dengan senang hati membantu pemerintah dalam menjaga kelestarian komodo," katanya.

Donan menambahkan, pemerintah daerah di daratan utama Flores juga perlu berperan menjaga habitat komodo, termasuk melalui penetapan kawasan konservasi baru.

"Perlu ditentukan luasan habitat baru komodo di mainland Flores, terutama di sisi utara, agar perbedaan genetik antar populasi komodo di mainland dan kepulauan tetap terjaga," ujar dia.

Baca juga: BBKSDA NTT: KEK Golo Mori Labuan Bajo salah satu habitat komodo

Baca juga: Pemerintah akan pertahankan NTT sebagai satu-satunya habitat komodo

Baca juga: Pemprov NTT gandeng Undana lakukan penelitian habitat komodo

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |