AICO dorong edukasi adopsi AI di masyarakat melalui buku

1 day ago 3

Jakarta (ANTARA) - Komunitas Artificial Intelligence Community of Indonesia (AICO) mendorong edukasi pemanfaatan kecerdasan artifisial melalui panduan praktis yang dirancang untuk membantu masyarakat memahami dan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab.

"Kreator yang tidak beradaptasi berisiko tertinggal. Padahal, AI justru membuka peluang besar karena mampu menekan biaya produksi, mempercepat proses kerja, dan tetap menghasilkan konten yang menarik, realistis, serta relevan, bahkan memungkinkan integrasi brand secara lebih kreatif,” ujar Co-Founder AICO Tommy Teja, dalam keterangan pers yang diterima, Rabu.

Tommy menyampaikan bahwa mulai 2026 konten berbasis AI akan semakin mendominasi ekosistem media sosial, seiring algoritma platform yang kini sudah dipenuhi dan dipengaruhi oleh konten AI.

Dalam beberapa tahun terakhir, AI semakin masif digunakan di hampir seluruh lini produksi konten, mulai dari mencari ide, menulis naskah, menciptakan visual dan video hiper-realistis, hingga mendistribusikan konten dalam skala besar dengan kecepatan yang nyaris mustahil dicapai manusia.

Perubahan ini menggeser cara kreator, media, dan pelaku usaha dalam bekerja, membuka peluang efisiensi, kreativitas tanpa batas, serta model produksi konten yang sama sekali baru.

Namun di balik euforia tersebut, laju adopsi AI juga menyimpan bom waktu. Rendahnya literasi digital, minimnya pemahaman publik tentang cara kerja dan batasan AI, hingga potensi penyalahgunaan teknologi dan persoalan etika mulai menjadi bayang-bayang serius di ekosistem digital.

Tanpa pemahaman yang memadai, AI berisiko disalah artikan sebagai jalan pintas instan, bukan alat strategis yang harus digunakan secara bertanggung jawab. Inilah yang membuat diskursus seputar konten AI menjadi semakin krusial, bukan hanya untuk dibahas, tetapi untuk diberikan edukasi secara kritis.

Baca juga: CEO Microsoft sebut masyarakat perlu ubah pandang terhadap AI

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, AICO memperkenalkan buku berjudul “Cara Bikin Konten AI”, sebuah panduan praktis yang dirancang untuk membantu masyarakat memahami dan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab dalam proses pembuatan konten.

Buku ini menyasar kreator konten, pekerja media, pelaku UMKM, pelajar, marketer, hingga masyarakat umum yang ingin beradaptasi dengan ekosistem konten digital modern. Disusun secara aplikatif, buku ini membahas alur pembuatan konten dari ide hingga produk akhir, dilengkapi dengan studi workflow serta pemanfaatan berbagai tools AI populer.

“Kami ingin membantu UMKM, kreator konten, hingga individu dari berbagai latar belakang profesi agar mampu memanfaatkan AI secara optimal dan bertanggung jawab. Melalui buku ini, kami merancang formula pembelajaran yang praktis dan mudah diikuti, mulai dari buku fisik, rangkuman tools, QR menuju video tutorial, hingga akses praktik langsung. Tujuannya sederhana, agar siapa pun bisa mewujudkan ide dan imajinasi mereka menjadi konten nyata dengan bantuan AI,” kata Tommy.

AICO berkomitmen untuk terus mendorong edukasi, literasi, dan adopsi AI yang etis serta inklusif. Melalui penerbitan buku, diskusi publik, kelas edukasi, dan kolaborasi lintas sektor, AICO berupaya menjembatani kesenjangan pemahaman antara teknologi AI dan masyarakat luas.

Ke depan, AICO akan terus menghadirkan inisiatif edukatif yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Baca juga: AMD kenalkan prosesor AI baru untuk umum dan gaming

Baca juga: Pasar privat bakal jadi mesin utama manajemen aset global di 2030

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |