Ahli perkenalkan konsep DSS generasi baru berbasis kecerdasan buatan

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - Ahli informatika dari Binus University Prof Tuga Mauritsius memperkenalkan konsep Decision Support System (DSS) generasi baru berbasis kecerdasan buatan untuk menjembatani kesenjangan antara wawasan data dan pengambilan kebijakan strategis untuk menghadapi perkembangan teknologi.

Tuga menyoroti bahwa banyak organisasi sering kali merasa bimbang meski telah memiliki hasil prediksi dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi dari teknologi kecerdasan buatan. Sebab, DSS konvensional cenderung bersifat reaktif dan hanya terbatas pada analisis deskriptif, sehingga gagal mengarahkan organisasi menuju keputusan yang benar-benar optimal.

"Dalam konteks ini, pendekatan DSS konvensional dinilai masih bersifat reaktif dan terbatas pada analisis deskriptif, tanpa mampu secara sistematis mengarahkan keputusan yang optimal dan berdampak," katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Maka dari itu, Tuga memperkenalkan konsep DSS Generasi Baru yang menggabungkan tiga pilar utama: analisis prediktif melalui machine learning, analisis skenario, serta dinamika sistem untuk mensimulasikan dampak kebijakan dalam sistem kompleks.

​Melalui integrasi ketiga elemen tersebut, kualitas analisis akan meningkat drastis serta memperkuat kemampuan pengambil keputusan dalam memahami konsekuensi jangka panjang dari setiap kebijakan yang akan diterbitkan.

​Tuga menjelaskan sistem ini dirancang agar tidak lagi berhenti pada pertanyaan mengenai apa yang akan terjadi di masa depan, melainkan berkembang pesat menjadi pemberi rekomendasi kebijakan tentang apa yang sebaiknya dilakukan.

​Transformasi ini juga menandai pergeseran dari sekadar dukungan keputusan menuju kecerdasan keputusan atau decision intelligence yang memerlukan kolaborasi antara pengolah data, ilmuwan data, hingga pemangku kebijakan.

Baca juga: Guru Besar UNEJ: Indonesia punya modal kuat jadi pemimpin Global South

"Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga mengintegrasikan berbagai disiplin keilmuan serta kolaborasi lintas peran, mulai dari data engineer, data scientist, hingga pengambil kebijakan," ujar Tuga.

Melalui karya ini, Tuga berhasil dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap bidang DSS dengan orasi ilmiah berjudul “A New Generation of Decision Support System: Integrating Machine Learning, Scenario Analysis, and System Dynamics”.

Rektor Binus University, Dr. Nelly menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari komitmen Binus University dalam menghadirkan ekosistem akademik yang unggul dan berdampak.

"Pengukuhan Guru Besar bukan hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong lahirnya pemikiran strategis yang mampu menjawab tantangan global. Kami percaya kontribusi Prof. Tuga akan semakin memperkuat peran Binus University dalam menghasilkan riset yang relevan dan aplikatif." ucap Nelly.

Baca juga: Unnes kukuhkan empat guru besar baru

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |