1.000 petugas gabungan dikerahkan awasi malam tahun baru di Jakbar

9 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya mengatakan sebanyak 1.000 personel gabungan dari TNI, Polri, Pemerintah Kota, hingga potensi masyarakat dikerahkan untuk mengamankan perayaan malam tahun baru di wilayah Jakarta Barat.

"Kita malam hari ini menurunkan kurang lebih 1.000 personel gabungan," kata Twedi di Jakarta, Rabu malam.

Twedi mengatakan seribu personel itu dikerahkan untuk mengamankan 77 titik gereja yang masih melaksanakan ibadah kegiatan pergantian malam tahun baru, serta titik-titik keramaian dan pusat perbelanjaan yang menggelar acara hiburan pergantian tahun.

Pengamanan juga dilakukan di sekitar Kantor Wali Kota, Puri Kembangan, kawasan Kota Tua serta Podomoro City.

"Karena di Podomoro City juga itu ada mal, kemudian ada ibadah yang dilaksanakan di situ, juga ada pertunjukan-pertunjukan musik di sana," jelasnya.

Menurut Twedi, patroli tetap digencarkan guna mengantisipasi peredaran minuman keras (miras), narkoba, hingga pencurian di rumah kosong yang ditinggal penghuninya merayakan tahun baru.

Ia mengungkapkan patroli tetap dilakukan untuk mengantisipasi euforia berlebihan dalam momentum perayaan pada akhir tahun seperti malam tahun baru, malam Natal dan Hari Natal.

Baca juga: Polda kedepankan sikap humanis saat pengamanan malam Tahun Baru 2026

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya memberikan keterangan kepada pers di kantor Wali Kota Jakbar, Rabu (31/12/2025) malam. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

"Untuk patroli tetap. Jadi pada saat Malam Natal, Hari Natal, dan hari-hari libur juga termasuk malam tahun baru tetap dilaksanakan untuk antisipasi adanya pesta-pesta miras maupun pesta narkoba," katanya.

Ia juga mengingatkan warga yang meninggalkan rumah agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran dan pencurian.

"Bagi masyarakat yang malam hari ini meninggalkan rumah untuk ikut bersama-sama memeriahkan pergantian malam tahun baru, supaya tetap waspada mengunci rumahnya, kemudian antisipasi kebakaran, lihat kompor, colokan-colokan listrik semua juga dilihat," katanya.

Twedi pun mengimbau agar masyarakat tidak menyalakan kembang api sebagai wujud solidaritas dengan masyarakat yang sedang dilanda bencana sekaligus mengantisipasi terjadinya kebakaran.

"Kami sama-sama mengimbau supaya masyarakat tidak euforia terhadap pergantian malam tahun baru dengan terlalu bersukacita menunjukkan dan membakar petasan, menyalakan kembang api dan mencegah potensi kebakaran," imbuhnya.

Baca juga: Pemkot Jakbar minta perayaan tahun baru kedepankan empati bagi Sumatra

Baca juga: Polres Jakbar imbau warga tak nyalakan kembang api di malam tahun baru

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |