YPMAK terus dukung akses pendidikan bagi anak-anak Amungme-Kamoro

18 hours ago 2

Timika (ANTARA) - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak asli Papua dari Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan di Kabupaten Mimika.

Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD Mimika di Timika, Rabu, mengatakan meskipun alokasi dana yang dikelola YPMAK tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan, namun program beasiswa maupun pemberian bantuan pendidikan bagi para pelajar dan mahasiswa tetap berjalan.

"Kami diundang untuk melakukan RDP dengan DPRD Mimika berkaitan dengan keinginan adik-adik kita yang tergabung dalam Aliansi Pelajar Mimika untuk mendapatkan beasiswa maupun bantuan pendidikan. Mereka punya keinginan untuk sekolah dan itu tentu menjadi perhatian bersama kita semua baik pemerintah daerah, PTFI maupun YPMAK," kata Leonardus.

Ia mengatakan saat ini terdapat 4.386 pelajar dan mahasiswa Amungme-Kamoro serta lima suku kekerabatan asal Kabupaten Mimika yang menerima bantuan pendidikan dan beasiswa dari YPMAK. Mereka tersebar di berbagai kota studi di Indonesia mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.

Khusus untuk tahun ini, menurut Leonardus, YPMAK telah membuka kuota beasiswa bagi 15 calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke UPN Veteran Yogyakarta dan juga membuka 156 peluang beasiswa prestasi bagi lulusan yang diterima di perguruan tinggi negeri.

Leonardus mengatakan penambahan kuota beasiswa di luar jumlah tersebut belum dapat diakomodasi lantaran harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang dimiliki lembaga.

"Kalau kita memaksakan penambahan anggaran pada satu bagian, maka akan berdampak pada program lain yang juga harus tetap berjalan," ujarnya.

Baca juga: YPMAK siap kirim mahasiswa Papua kuliah di UPN Veteran Yogyakarta

YPMAK bersama Pemkab Mimika melalui Dinas Pendidikan juga terus melakukan koordinasi guna menyiapkan langkah-langkah administratif dan teknis pascapenandatanganan nota kesepahaman beberapa waktu lalu di Jakarta.

Proses tersebut, kata Leonardus, diperlukan agar program yang disusun bersama dapat berjalan secara terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Wakil Ketua Pengurus YPMAK Feri Magai Uamang menambahkan, tahun ini YPMAK tidak bisa merekrut peserta baru program bantuan pendidikan lantaran terkendala dengan keterbatasan alokasi anggaran yang dikucurkan oleh PTFI sebagai dampak dari insiden longsor di area tambang bawah tanah Tembagapura pada September 2025.

"Untuk saat ini kami tidak memungkinkan merekrut peserta baru. Jumlah yang ada 4.300-an orang itu yang kita biayai, itupun anggaran untuk mereka sebagian sudah kita pangkas," tutur Feri.

Dengan kondisi seperti itu, katanya, jika ada usulan atau permintaan penambahan kuota bantuan pendidikan bagi siswa yang baru lulus SMA/SMK untuk melanjutkan kuliah ke berbagai PT tahun ini, maka hal itu belum bisa diakomodasi.

"Beberapa waktu lalu saat adik-adik menyampaikan aspirasi di Kantor YPMAK, kami sudah menjelaskan hal itu. Peluang yang ada hanya untuk 15 orang mahasiswa yang lulus seleksi UPN Veteran Yogyakarta. Sebanyak 190-an peserta sudah mengikuti tes, lalu akan diambil 15 peserta terbaik dan hasilnya akan diumumkan pekan ini," kata Feri.

Baca juga: YPMAK tekankan penerima beasiswa wajib tingkatkan prestasi

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu sekitar lebih dari 300-an pelajar lulusan SMA/SMK asal Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan menggelar aksi demonstrasi di Kantor YPMAK Jalan Yos Sudarso maupun di Kantor Dinas Pendidikan Mimika Jalan Poros SP2-SP5 menuntut untuk mendapatkan bantuan pendidikan agar dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Pewarta: Marselinus Nara/Rachmat
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |