Prancis vs Maroko: Pertemuan yang terlalu dini

1 hour ago 3
Skor ketat menjadi kemungkinan terbesar untuk kesimpulan dari laga ini, lebih karena permainan liat Maroko.

Jakarta (ANTARA) - Pertandingan perempat final pertama Piala Dunia 2026 antara runner up dan semifinalis Piala Dunia 2022, di Boston Stadium pada Jumat (10/7) dini hari adalah pertemuan terlalu dini untuk dua tim yang semestinya bertemu di final.

Akibat kalah selisih gol dari Brasil sehingga menempati runner up Grup B, Singa Atlas berada di jalur bertemu terlalu dini dengan Les Bleus.

Tapi kalaupun juara Grup B, Maroko bahkan bisa membuat pertemuan yang lebih disayangkan lagi oleh penggemar sepak bola, karena akan bertemu terlalu dini dengan Norwegia dalam babak 16 besar

Maroko dan Norwegia adalah alasan banyak orang meyakini Piala Dunia edisi 48 tim di Amerika Utara ini akan menghasilkan juara Piala Dunia yang bukan dari "Geng Delapan"; Brasil, Jerman, Italia, Spanyol, Prancis, Argentina, Uruguay, dan Inggris.

Baik Norwegia maupun Maroko menjadi tim yang tidak saja membuat banyak orang terkesan oleh penampilannya, tapi juga oleh aura juaranya yang kuat.

Menahan seri Brasil pada fase grup, mengajak Belanda menentukan akhir babak 32 besar dengan adu penalti, dan menghentikan Kanada yang masih di bawah mereka, menunjukkan Maroko tim yang memiliki sistematika terukur dan mentalitas tinggi dalam meretas jalan ke partai puncak.

Perjalanan mereka pun fantastis. Sejak dikalahkan Kenya 1-0 dalam fase grup Piala Afrika 2025 pada 10 Agustus tahun itu, Maroko tak pernah kalah dalam 34 laga. Pada periode sama Prancis kalah 6 kali.

Walau pencapaian itu dihasilkan dari kebanyakan laga melawan tim-tim Afrika dan Asia, tetap saja mengesankan karena diafirmasi dalam Piala Dunia 2026.

Setelah seri 1-1 melawan Brasil, Achraf Hakimi cs mengalahkan Skotlandia, Haiti, Belanda, dan Kanada, dalam lapangan yang mereka dominasi sehingga lawan tak bisa kreatif sehingga gagal mengembangkan permainan dan menemui jalan buntu.

Dengan kekuatan lebih dari sekadar seimbang di semua lini, Maroko memiliki kemampuan hebat dalam merusak permainan lawan.

Mereka adalah salah satu tim paling konsisten di dunia berkat perpaduan sempurna antara disiplin dan taktik ala Eropa dan permainan menyerang yang penuh semangat.

Dipimpin Hakimi, yang disebut-sebut sebagai bek sayap terbaik di dunia saat ini, Maroko memiliki kemampuan membawa bola yang luar biasa hebat dan menghasilkan permainan yang mengalir sempurna.

Di bawah pelatih Mohamed Ouahbi, Singa Atlas menjadi tim dengan unit serang yang sulit ditebak, terutama berkat pemain-pemain serbaguna seperti Brahim Díaz dan Azzedine Ounahi yang dengan mudah bertukar posisi sehingga lawan kesulitan menjaga mereka.


Paling mungkin

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |