WIKA Pacu Pembangunan Tol Akses Menuju Pelabuhan Patimban, Dukung Asta Cita Penguatan Logistik Nasional

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melalui KSO WIKA-ADHI terus menunjukkan kinerja positif dalam pembangunan Proyek Jalan Tol Akses Patimban. Hingga saat ini, progres fisik proyek telah mencapai 68%, mencerminkan pelaksanaan konstruksi yang berjalan lebih cepat dan efektif sesuai dengan perencanaan.

Tol Akses Patimban dibangun untuk meningkatkan konektivitas antara Pelabuhan Patimban dengan kawasan industri, logistik, serta jaringan jalan nasional. Kehadiran tol ini diharapkan dapat memperlancar arus logistik dan aktivitas ekspor-impor, sekaligus memperkuat peran Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan strategis penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, Proyek Tol Akses Patimban berkontribusi nyata dalam mendorong pemerataan pembangunan ekonomi dan penguatan sistem logistik nasional. Infrastruktur ini mendukung pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah utara Jawa Barat, menurunkan biaya logistik nasional, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan demikian, tol ini berperan dalam menciptakan sistem transportasi yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan.

Proyek Tol Akses Patimban sendiri ditargetkan rampung pada 31 Maret 2027, dan hingga saat ini pelaksanaan progresnya berjalan lebih cepat dari timeline yang telah ditetapkan. Kondisi ini memberikan optimisme terhadap penyelesaian proyek tepat waktu guna mendukung percepatan operasional Pelabuhan Patimban sebagai simpul logistik strategis nasional.

Dalam pelaksanaannya, WIKA menerapkan berbagai inovasi konstruksi, khususnya pada Tol Akses Patimban Paket 4, salah satunya melalui penggunaan metode Hydraulic Static Pile Driving (HSPD) pada pekerjaan pemancangan spun pile di lahan sempit dan dekat kawasan padat pemukiman. Metode ini mampu secara signifikan mengurangi kebisingan, getaran, serta risiko kerusakan bangunan di sekitar proyek, sehingga meningkatkan efisiensi pelaksanaan, kualitas konstruksi, dan keandalan struktur.

Selain fokus pada percepatan pembangunan, WIKA juga menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terbaik serta pengawasan keselamatan berbasis risiko di seluruh tahapan konstruksi. Dari aspek Environmental, Social, and Governance (ESG), proyek ini mengedepankan pengendalian dampak lingkungan, pengelolaan limbah konstruksi, serta pemberdayaan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam Asta Cita.

“Tol Akses Patimban merupakan infrastruktur strategis yang kami bangun untuk memperkuat konektivitas logistik nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan progres yang telah mencapai 68%, WIKA optimistis proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, serta penguatan sistem logistik nasional, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah,” ujar Agung BW, Direktur Utama WIKA.

Ke depan, Tol Akses Patimban diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat, membuka lapangan kerja, mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di wilayah sekitar, serta menjadi tulang punggung logistik yang meningkatkan efisiensi rantai pasok dan daya saing nasional.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |