Komisaris dan Direksi KAI turut meletakkan bunga sebagai ungkapan belasungkawa
Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar tahlilan dan doa bersama di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (4/5) sebagai bentuk penghormatan kepada para korban meninggal serta dukungan moral bagi pelanggan dan keluarga yang terdampak.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Direksi, Komisaris, serta keluarga besar KAI, sekaligus menjadi ruang kebersamaan di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa tahlilan dan doa bersama ini ditujukan untuk mendoakan para korban yang telah meninggal dunia serta memberikan kekuatan bagi pelanggan yang masih menjalani perawatan.
“Kita mendoakan saudara-saudara kita yang telah mendahului agar diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosa-dosanya, dan ditempatkan di sisi terbaik. Bagi yang masih dalam perawatan, kita berharap segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” ujarnya.
Ia menambahkan, KAI akan terus mendampingi pelanggan dan keluarga hingga seluruh proses penanganan berjalan dengan baik.
“Kehilangan ini menjadi duka bersama. KAI akan terus hadir mendampingi, memastikan pelanggan yang masih dirawat mendapatkan penanganan yang dibutuhkan hingga pulih,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan Yasin dan tahlil, ceramah, serta peletakan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Komisaris dan Direksi KAI turut meletakkan bunga sebagai ungkapan belasungkawa dan penghormatan kepada para korban.
Dukungan dari masyarakat terus mengalir melalui doa dan kehadiran langsung di lokasi. Hal ini menjadi penguat bagi pelanggan dan keluarga dalam menjalani masa pemulihan.
Dalam proses ini, KAI memastikan pendampingan dilakukan secara menyeluruh melalui layanan medis lanjutan, dukungan psikologis, serta koordinasi kebutuhan pelanggan dan keluarga di setiap tahapan pemulihan.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































