Beirut (ANTARA) - Warga di pinggiran selatan Beirut kembali ke rumah mereka pada Jumat menyusul berlakunya gencatan senjata antara Lebanon dan Israel, kata seorang koresponden RIA Novosti.
Presiden AS Donald Trump pada Kamis mengatakan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pukul 21:00 waktu setempat dalam upaya mencapai perdamaian.
"Kami kembali ke rumah kami setelah 45 hari berkat upaya para pejuang perlawanan [Hizbullah], yang menghentikan pendudukan Israel atas tanah kami dengan mengorbankan nyawa mereka dan menjaga kehormatan rakyat kami," kata Ali Rida, seorang warga Beirut, kepada RIA Novosti.
Kemacetan lalu lintas terjadi di pintu masuk pinggiran selatan ibu kota Lebanon itu ketika mobil-mobil yang mengibarkan bendera Lebanon dan Hizbullah memasuki daerah-daerah di mana puluhan gedung bertingkat telah rata dengan tanah akibat serangan udara Israel.
Para pekerja kota membersihkan puing-puing dari jalanan untuk membuka jalan sehingga warga dapat kembali ke rumah mereka yang tersisa.
Kemacetan lalu lintas yang panjang juga dilaporkan di jalan raya yang menghubungkan Beirut ke Lebanon selatan.
Banyak orang kembali ke desa mereka pada malam hari, meskipun ada seruan dari gerakan-gerakan Lebanon seperti Hizbullah dan Amal agar tidak terburu-buru kembali sampai situasi benar-benar stabil.
Tentara dan dinas pemerintahan kota membangun tanggul semalaman di bagian-bagian sempit Sungai Litani untuk memungkinkan mobil yang membawa penduduk Lebanon selatan mencapai permukiman mereka, setelah pesawat Israel mengebom jembatan di atas sungai tersebut.
Pertempuran terbaru antara Israel dan Lebanon dimulai pada 2 Maret, menyusul serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Israel melancarkan serangan darat ke Lebanon selatan pada 16 Maret sambil terus membombardir kota-kota Lebanon, termasuk Beirut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Serangan udara Israel hantam Beirut Selatan usai peringatan evakuasi
Baca juga: Konflik dengan Israel memanas, 58.000 lebih warga Lebanon mengungsi
Baca juga: Kemlu pastikan WNI di Lebanon aman di tengah konflik Hizbullah-Israel
Penerjemah: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































