Georgia berupaya raih keanggotaan penuh UE meski hadapi tantangan

7 hours ago 3

Antalya (ANTARA) - Georgia tertarik untuk mendapatkan keanggotaan penuh di Uni Eropa terlepas dari tantangan yang ada di dalam blok tersebut, kata Perdana Menteri Georgia Irakli Kobakhidze pada Jumat.

"Kami sangat ingin menjadi anggota penuh Uni Eropa… Tetapi kami juga melihat dalam hal ini bahwa Uni Eropa menghadapi beberapa tantangan yang sangat penting dan mendasar," kata Kobakhidze di Forum Diplomasi Antalya di Turki.

Selama bertahun-tahun, Uni Eropa memiliki kekuatan dalam tiga bidang, yaitu identitas, kemakmuran, nilai-nilai demokrasi, serta supremasi hukum.

Namun, saat ini blok itu justru menghadapi tantangan di bidang-bidang tersebut, kata perdana menteri.

"Kami sangat prihatin dengan hal itu, dan kami berharap situasi akan berubah di Uni Eropa," imbuh Kobakhidze.

Sang perdana menteri juga mengatakan bahwa dunia sedang mengalami ketegangan geopolitik dan konflik bersenjata regional.

"Kita menghadapi peperangan yang terus berlanjut di sekitar kita. Dan lanskap global dibentuk oleh ketegangan geopolitik dan konflik yang memengaruhi segalanya," katanya.

"Konflik tersebut memengaruhi jalur perdagangan, energi, transportasi, stabilitas ekonomi. Dan tentu saja, dalam situasi ini, beberapa solusi penting harus ditemukan," imbuhnya.

Hubungan antara Georgia dan Uni Eropa memburuk setelah parlemen negara Kaukasus itu mengesahkan rancangan undang-undang agen asing pada Mei 2024.

Pada November 2024, Kobakhidze mengatakan Georgia akan menunda pembukaan negosiasi aksesi Uni Eropa hingga akhir 2028, sehingga memicu protes pro-Uni Eropa dan seruan untuk pemilihan parlemen sela.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Dubes Uni Eropa: integrasi Georgia ke Uni Eropa ditangguhkan

Baca juga: Georgia tarik RUU agen asing setelah rakyat protes besar-besaran

Baca juga: AS dukung upaya Georgia jadi anggota NATO, UE

Penerjemah: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |