PBB, New York (ANTARA) - Perwakilan tetap China untuk PBB, Fu Cong, mengatakan, veto negaranya terhadap draf resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Selat Hormuz membantu mencegah eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Fu menyebut, Kamis (16/4), saat menggunakan hak vetonya pada 7 April lalu terhadap draf resolusi yang diajukan oleh Bahrain atas nama negara-negara Teluk, China menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan internasional, membela tujuan serta prinsip Piagam PBB, dan mencegah konflik semakin meluas.
Dia juga yakin veto itu juga menciptakan kondisi yang kondusif untuk mencapai gencatan senjata sementara serta memulai dialog dan negosiasi.
"Suara China mencerminkan pilihan yang bertanggung jawab bagi perdamaian dan bagi rakyat di kawasan tersebut. China berada di sisi yang benar dalam sejarah dan akan bertahan melewati ujian sejarah," ujar Fu dalam pertemuan Majelis Umum PBB mengenai penggunaan hak veto di Dewan Keamanan.
China, dia melanjutkan, sangat memandang penting draf resolusi tersebut dan sepenuhnya memahami kekhawatiran utama negara-negara Teluk. Pada saat yang sama, tindakan Dewan Keamanan harus menargetkan deeskalasi.
Fu mengingatkan, tindakan Dewan Keamanan tidak boleh memberikan kedok legitimasi bagi operasi militer yang tidak sah atau mengizinkan penggunaan kekuatan militer, apalagi memperburuk ketegangan dan memperkeruh situasi sehingga memicu eskalasi konflik.
"China tidak mendukung serangan Iran terhadap negara-negara Teluk. China percaya bahwa jalur dan keselamatan di selat yang digunakan untuk pelayaran internasional harus dijaga. Kami menyerukan agar Iran mengambil langkah-langkah proaktif guna memulihkan pelayaran normal di Selat Hormuz sesegera mungkin," kata Fu.
"Sementara itu, peningkatan pengerahan militer dan blokade tertarget oleh AS merupakan langkah yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab. Isu pelayaran di Selat Hormuz merupakan efek limpahan dari konflik di Iran. Hanya gencatan senjata menyeluruh yang pada dasarnya mampu menciptakan kondisi untuk meredakan situasi," ujar dia menambahkan.
China menyambut baik pengumuman kesepakatan gencatan senjata oleh pihak-pihak terkait dan mendukung semua upaya yang kondusif bagi pengakhiran konflik. Fu yakin, perundingan antara AS-Iran di Pakistan menandai langkah ke arah yang benar menuju deeskalasi.
"Pihak-pihak terkait harus mematuhi kesepakatan gencatan senjata, berpegang pada arah dialog dan perundingan damai, tetap berkomitmen menyelesaikan perselisihan melalui cara-cara politik dan diplomatik, dan mengambil tindakan nyata untuk meredam ketegangan regional," ujar dia.
Komunitas internasional harus terus mengintensifkan upaya untuk mendorong perundingan damai dan dengan tegas menentang segala tindakan yang merusak kesepakatan gencatan senjata atau mengeskalasi konfrontasi, katanya.
Menurut Fu, semua pihak juga harus dengan sungguh-sungguh menghormati kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial Lebanon, serta mencegah eskalasi situasi di Lebanon yang dapat merusak skema gencatan senjata.
Sebagai sahabat yang tulus sekaligus mitra strategis bagi negara-negara di Timur Tengah, dia menegaskan China mengikuti dengan saksama situasi regional, mempertahankan posisi yang objektif dan tidak memihak, serta telah melakukan mediasi intensif dengan semua pihak untuk secara aktif mendukung perundingan damai.
China siap untuk terus memfasilitasi deeskalasi, mendorong perbaikan hubungan antara negara-negara di kawasan, serta memainkan peran konstruktif dalam mencapai perdamaian dan stabilitas yang langgeng di Timur Tengah.
Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































