Surabaya (ANTARA) - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyebut Jawa Timur konsisten menempati peringkat ketiga nasional untuk penjualan otomotif dengan pangsa pasar sebesar 9,7 persen, di bawah DKI sekitar 32-35 persen dan Jawa Barat 16-18 persen.
"Jawa Timur selalu konsisten menduduki peringkat ketiga dalam hal penjualan kendaraan nasional kita. Tahun lalu, pangsa pasarnya 9,7 persen," kata Faisol saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu.
Menurut dia, besarnya pangsa pasar Jawa Timur menunjukkan provinsi tersebut memiliki peran penting dalam menopang perkembangan industri otomotif nasional, di mana pada pada 2024, penjualan kendaraan di wilayah itu mencapai 83.900 unit, dari total nasional yang sebesar 865.723 unit.
Sementara pada 2025, dengan penjualan kendaraan nasional sekitar 803.000-840.000 unit dan pangsa pasar Jawa Timur sekitar 9,1-9,5 persen, atau sekitar 73.000-79.000 unit.
Di sisi lain, ia mengatakan posisi Jawa Timur sebagai pasar otomotif utama menjadi salah satu alasan pentingnya penyelenggaraan GIIAS di Surabaya yang sebelumnya digelar di ICE BSD City Tangerang.
Lebih lanjut, ia menambahkan untuk kinerja industri otomotif nasional sepanjang 2026 juga menunjukkan perkembangan positif yang memperkuat optimisme terhadap pasar kendaraan domestik.
Ia menjelaskan penjualan kendaraan secara wholesale atau grosir pada periode Januari-Juli 2026 mencapai 517.000 unit, sementara untuk ritel pada periode tersebut mencapai 511.000 unit.
Sedangkan penjualan pada Juli 2026, kata Faisol, wholesale mencapai 81.000 unit atau meningkat 4,5 persen dibandingkan Juni dan melonjak 33,3 persen dibandingkan Juli 2025.
"Saya optimistis target penjualan domestik akan melampaui 850.000 unit tahun ini sehingga hampir bisa kita pastikan bahwa penjualan dalam negeri kita akan kembali menduduki peringkat pertama di kawasan," ujarnya.
Oleh karena itu, ia berharap Gaikindo dan seluruh pelaku industri otomotif terus meningkatkan kinerja hingga penjualan kendaraan nasional dapat mendekati angka psikologis satu juta unit seperti pada masa kejayaan industri otomotif.
Di sisi lain, Wamenperin Faisol mengatakan penguatan industri otomotif juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional.
Menurut dia, industri pengolahan tumbuh 5,32 persen pada triwulan II 2026 dan memberikan kontribusi 16,83 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
"Industri pengolahan menjadi penyumbang PDB sebesar 16,83 persen atau setara dengan Rp1.102 triliun," tuturnya.
Ia berharap industri otomotif dapat mempertahankan tingkat ekspansi sekaligus meningkatkan ekspor sehingga semakin berkontribusi terhadap PDB dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Toyota optimistis ekspor naik dan perluas pasar ke Amerika Latin
Baca juga: Menperin sebut RI berpindah dari pasar ke basis produksi otomotif
Baca juga: GIAMM tekankan industri komponen otomotif tangguh di pasar global
Pewarta: Indra Setiawan/Naufal Ammar Imaduddin
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































